Rabu, 25 November 2020

Rabu, November 25, 2020

Pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan dalam kondisi sehat, tidak menderita flu, pilek, batuk, demam, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

KEJAKSAN (CIREBON BRIBIN) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah membuka pemesanan tiket Kereta Api Jarak Jauh untuk periode liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Masyarakat sudah dapat memesan tiket kereta api melalui aplikasi KAI Access, situs kai.id, serta kanal penjualan resmi lainnya.


“Pemesanan  tiket sudah kami buka bagi masyarakat yang hendak bepergian pada periode libur Natal dan Tahun Baru, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 3 Luqman Arif, Rabu (25/11).


Tiket - tiket yang dijual di antaranya KA Argo Anggrek relasi Gambir – Surabaya pasarturi pp, KA Taksaka relasi Yogyakarta – Gambir pp, KA Gajayana relasi Malang - Gambir pp, KA Senja Utama Solo relasi Solo Balapan - Pasar Senen, dan sebagainya.


Rencanakan perjalanan Anda jauh-jauh hari menyesuaikan dengan hari libur dan cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah. Masyarakat tidak perlu ragu dalam menggunakan angkutan kereta api, karena KAI tetap mengoperasikan KA dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan secara ketat dan disiplin pada setiap waktu sejak di stasiun dan diatas KA serta selama dalam perjalanan.


Pada masa pandemi, KAI berkomitmen menjual tiket KA Jarak Jauh dan Lokal hanya 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk menciptakan physical distancing sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 14 tahun 2020 tanggal 8 Juni 2020.


Selain itu, pelanggan KA Jarak Jauh tetap diharuskan dalam kondisi sehat, tidak menderita flu, pilek, batuk, demam, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.


Pelanggan juga diharuskan menunjukkan Surat Bebas Covid-19 bisa hail tes PCR, Rapid Test yang masih berlaku 14 hari sejak diterbitkan atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test.


"Di Daop 3 terdapat 2 Stasiun yang melayani layanan Rapid test seharga Rp 85.000, yaitu di Stasiun Cirebon Kejaksan dan Stasiun Cirebon Prujakan," ungkap Luqman.


Penyediaan layanan rapid test di Stasiun bertujuan untuk memudahkan pelanggan sehingga tidak perlu mencari tempat rapid test di luar.


"Jika dilakukan di Stasiun, masyarakat diimbau untuk melakukan rapid test setidaknya H-1 tanggal keberangkatan. Tujuannya untuk menghindari antrean, terburu-buru dan resiko ketinggalan kereta,” pungkas Luqman.(CB-003)