Rabu, 25 November 2020

Rabu, November 25, 2020

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati

KESAMBI (CIREBON BRIBIN) - Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati mengungkapkan, Kota Cirebon memiliki potensi perikanan yang besar.

Ini bisa dilihat dari eksportir perikanan di Kota Cirebon jumlahnya mencapai 15 perusahaan. Bahkan ekspor hasil perikanan itu dilakukan ke berbagai negara.

“Kota Cirebon memang kecil. Namun memiliki potensi perikanan yang besar,” ungkap Eti usai menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Sinergitas Penerapan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dalam Meningkatkan Peluang Ekspor Produk Perikanan Indonesia, di salah satu hotel di Kota Cirebon, Selasa (24/11).

Dia pun meminta agar produk perikanan selalu memperhatikan standar jaminan mutu untuk menjamin makanan sehat dan tidak tercemar.


“Untuk bisa tetap laku di pasaran internasional, diperlukan peningkatan mutu,” ungkap Eti.

Sehingga produk perikanan asal Kota Cirebon mutunya bisa terjamin.

Untuk itu Eti berharap FGD yang menghadirkan narasumber orang-orang hebat, salah satunya Prof. Rokhmin Dahuri, bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

“Kita juga dorong UMKM di Kota Cirebon yang bergerak di bidang perikanan untuk meningkatkan produk yang mereka hasilkan,” ungkap Eti.

Sementara itu Widodo Sumiyanto, A.Pi., MM., Kepala Pusat Pengendallian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementrian Kelautan dan Perikanan, menjelaskan FGD ini melibatkan industri perikanan dari hulu hingga ke hilir.

“Mulai dari pembudidaya, suplier hingga eksportir,” ungkap Widodo.

Kegiatan ini, lanjut Widodo juga diselenggarakan untuk meningkatkan mutu produk perikanan. Selain itu, lanjut Widodo, mereka juga melakukan monitoring ke sejumlah pasar tradisional dan pasar modern.

"Untuk memastikan komoditas perikanan yang dikonsumsi di Cirebon aman dikonsumsi manusia," pungkasnya.(CB-003)