Sabtu, 21 Agustus 2021

Sabtu, Agustus 21, 2021
Suasana di lobi Metland Hotel Cirebon.

KEJAKSAN (CIREBON BRIBIN) - Sektor pariwisata di Kota Cirebon mulai bergairah paska pemerintah memberi kelonggaran bagi daerah yang menerapkan PPKM Level 4.

Kelonggaran yang dimaksud, pemerintah mengizinkan pengunjung restoran atau tempat makan untuk makan di tempat, termasuk membolehkan kegiatan di hotel dengan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon, Wandi Sofyan SSTP mengatakan, kenaikan jumlah keterisian kamar atau okupansi rata-rata diperkirakan saat ini mencapai 40 persen. Meningkat dibanding pada bulan Juli lalu.

“Belum signifikan, tapi sudah mulai naik kalau dibanding bulan lalu,” kata Wandi, Jumat (20/8/2021).

Wandi menuturkan, okupansi hotel naik lantaran pemerintah memberikan izin acara di hotel dengan batas maksimal pengunjung 50 persen. Sedangkan untuk restoran, pemerintah mengizinkan makan di tempat dengan batas maksimal jumlah pengunjung 25 persen dari kapasitas. “Pernikahan dan acara di hotel sudah boleh, tapi jumlah pengunjung dibatasi dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Aturan wajib vaksin bagi pengunjung restoran hotel, menurut Wandi, sangat membantu dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada sektor tersebut.

“Kami sudah sampaikan kepada pengelola hotel dan restoran, tamu wajib sudah divaksin,” kata Wandi.

Guna memberikan rasa aman kepada pengunjung, lanjut Wandi, sejumlah pengelola restoran dan hotel sudah bersertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment). Ada 29 jenis usaha sektor pariwisata di Kota Cirebon yang sudah bersertifikat CHSE.

“Ada 17 hotel sudah bersertifikat CHSE, sisanya restoran,” katanya.

Sales Marketing Manager Metland Hotel Cirebon, Wily Asih membenarkan bahwa tingkat okupansi perlahan sudah mulai terjadi peningkatan.

Menurutnya, saat ini tingkat okupansi rata-rata di Metland Hotel Cirebon sudah mencapai 45 persen.

"Alhamdulillah, ada peningkatan dari sebelumnya hanya sekitar 20 persen," katanya kepada cirebonbribin.com melalui sambungan telepon.

Dirinya berharap, agar kondisi terus membaik dan dunia perhotelan bisa kembali bangkit.

"Khususnya untuk event, karena sekarang ini masih belum ya. Sementara baru kamar saja, mudah-mudahan bisa terus membaik," harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. mengaku optimis perekonomian di Kota Cirebon perlahan tapi pasti bisa bangkit.

“Dengan kesadaran bersama mencegah Covid-19, dunia usaha pun akan ikut bangkit. Kita harus optimis,” kata Azis. (CB-003)