Senin, 12 April 2021

Senin, April 12, 2021
Pertamina turut menyiagakan 1538 SPBU, 141 Pertashop, 1318 agen LPG PSO, dan lebih dari 33 ribu pangkalan LPG PSO. Lembaga penyalur tersebut tetap siaga beroperasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan BBM dan LPG. Foto : Pertamina Mor 3

CIREBON (CIREBON BRIBIN) - Meskipun ada larangan mudik, Pertamina tetap mengerahkan tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) untuk memonitor penyaluran energi, agar berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Bagian Barat. Pertamina memastikan stok BBM, LPG, dan avtur di terminal BBM maupun di Depot Pengisian Pesawat Udara saat ini berada dalam kondisi aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pada bulan Ramadhan ini.

Demikian diungkapkan Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, melalui siaran persnya hari ini, Senin (12/4).

"Pertamina juga telah menyiapkan stategi penyaluran apabila sewaktu-waktu dibutuhkan tambahan pasokan,” jelasnya.

Untuk wilayah Jawa Bagian Barat, pasokan BBM dan LPG di wilayah Jabodetabek disalurkan dari Integrated Terminal Jakarta. Untuk di wilayah Banten berada di Fuel Terminal Tanjung Gerem dan LPG Terminal Tanjung Sekong. Untuk di wilayah Jawa Barat berada di Fuel Terminal Ujung Berung, Fuel Terminal Cikampek, Fuel Terminal Padalarang, Fuel Terminal Tasikmalaya, Integrated Terminal Balongan, dan Fasilitas LPG Cirebon.

Sedangkan untuk pasokan avtur disalurkan dari Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Soekarno Hatta, DPPU Halim Perdanakusuma, DPPU Pondok Cabe, DPPU Kertajati Majalengka dan DPPU Husein Satranegara.

Eko menambahkan, Pertamina juga turut menyiagakan 1538 SPBU, 141 Pertashop, 1318 agen LPG PSO, dan lebih dari 33 ribu pangkalan LPG PSO. Lembaga penyalur tersebut tetap siaga beroperasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan BBM dan LPG.

Selain itu Eko mengatakan, masyarakat juga bisa mendapatkan LPG non subsidi seperti Bright Gas dan Elpiji 12 Kg di outlet seperti minimarket modern, di sejumlah SPBU, maupun melalui layanan pesan antar Pertamina Delivery Service (PDS).

“Kami turut menghimbau masyarakat yang tergolong mampu menggunakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 kg, dan Elpiji 12 Kg. Sehingga penggunaaan LPG 3 Kg benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Eko juga turut menghimbau agar masyarakat selalu cermat dalam memperhatikan keamanan dalam menggunakan produk LPG saat memasak untuk sahur dan berbuka puasa.

“Kami himbau ketika bangun tidur menyiapkan sahur, pastikan tidak ada bau khas LPG. Jika tercium bau gas LPG, jangan langsung menyalakan api. Buka dulu pintu atau jendela agar bau khas LPG tidak terkumpul di ruangan. Pastikan kondisi dapur memiliki ventilasi yang cukup, dan selalu periksa aksesoris LPG seperti regulator dan selang terawat dengan baik serta berstandar SNI,” jelasnya. (CB-003)