Rabu, 27 November 2019

Rabu, November 27, 2019

Member Relation Cordinator Alfamart Cabang Plumbon, Riyan Kurniawan menyampaikan detil pengelolaan toko dan program-program OBA. Foto: Dok. Alfamart


SUMBER (CIREBON BRIBIN) - Ritel tradisional serta ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan dan keduanya harus bersinergi, karenanya Alfamart mengajak pedagang kelontong khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern.

Demikian diungkapkan Member Relation Manager Alfamart Cabang Plumbon, Erwin Febri Setiawan dalam pelatihan manajemen ritel yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon di Aula Ir Soekarno, pada Rabu, 27 November 2019.

"Pelatihan yang melibatkan para Pedagang ini digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan Toko Alfamart," ungkapnya.

Adapun dalam pelatihan yang di ikuti sebanyak 25 pedagang tradisionai ini, Erwin mengatakan materi yang disampaikan antara lain, tentang manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow).

"Kami juga memberikan tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati," katanya.

Lebih lanjut Erwin menjelaskan, pelatihan ini juga merupakan sentuk sinergi yang dilakukan Alfamart dengan peritel tradisional yakni melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA).

Selain memberi pelatihan manajemen ritel, Alfamart juga menyediakan layanan pesan antar barang dagangan dengan harga khusus bagi member pedagang OBA.

"Kami juga memiliki program bedah warung yang dijalankan bagi member terpilih," jelasnya.

Menurut Erwin, program yang dijalankan Alfamart ini, sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil.

“Pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu manajemen ritel modern agar memiliki daya saing,” imbuh Erwin. 

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, H Deni Agustin, mengimbau para pedagang warung tradisional agar memiliki keinginan kuat untuk menjadikan usahanya terus berkembang. 

Pemerintah mendukung aksi perusahaan swasta dalam mengakomodasi pedagang tradisional untuk lebih berkembang.

"Namun yang terpenting adalah kesadaran dan keinginan pelaku usaha,” katanya. 

Deni menambahkan, baik pedagang tradisional maupun toko modern, keduanya bisa sama-sama berkembang dan berkontribusi positif pada perekonomian bangsa.

"Karena itu, melalui sinergri yang baik ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi berbagai pihak," tambahnya.(CB-003)