Kamis, 06 April 2023

Kamis, April 06, 2023
Rektor UGJ, Mukarto Siswoyo memberikan keterangan pers terkait pembukaan program RPL di UGJ.

KESAMBI (CIREBON BRIBIN) - Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan program mahasiswa rekognisi pembelajaran lampau (RPL) tahun akademik 2023/2024.

Rektor UGJ, Mukarto Siswoyo, dalam kesempatan jumpa pers mengatakan, UGJ menjadi satu-satunya Universitas di wilayah Cirebon, Indramayu dan Majalengka (Ciayumakuning) yang ditunjuk untuk menyelenggarakan program tersebut.

Hal tersebut merujuk pada Permendikbudristek RI Nomor 42 Tahun 2021 dan dibuka untuk program sarjana maupun magister.

"UGJ merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Wilayah III Cirebon yang mendapat kepercayaan untuk membuka program RPL," katanya di kampus 1 UGJ Cirebon, Kamis (6/4).

Mukarto menjelaskan, program RPL merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh gelar akademik, khususnya bagi yang sebelumnya telah berkuliah namun terhenti.

UGJ sendiri membuka 13 program studi (prodi) S1 dan dua program magister yang dibuka dalam program perkuliahan RPL di UGJ Cirebon untuk tahun akademik 2023/2024.

"Untuk prodi S1 agribisnis, agroteknologi, akuntansi, administrasi publik, hukum, ilmu komunikasi, teknik sipil, manajemen, pendidikan bahasa Inggris, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, pendidikan ekonomi, PGSD, serta pendidikan matematika," jelasnya.

Sementara untuk program pascasarjana atau S2, dibuka untuk prodi hukum dan administrasi publik.

Lebih lanjut Mukarto mengatakan, pihaknya membuka seluas-luasnya kesempatan ini, bagi mereka yang ingin meraih gelar akademik, baik S1 maupun S2. Namun, Ia menegaskan hanya yang memenuhi syarat yang bisa mengikutinya.

Terkait persyaratan mengikuti program RPL antara lain calon mahasiswa harus minimal lulusan SMA atau sederajat. Pernah menempuh pendidikan baik non formal, informal dan memiliki pengalaman kerja.

"Yang menarik, melalui program RPL ini mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dalam waktu singkat," katanya.

Hal tersebut karena beban SKS yang harus ditempuh, dikonversi dari pelatihan atau pendidikan nonformal yang pernah diikuti calon mahasiswa RPL.

"Untuk biayanya, untuk program RPL baik studi S1 maupun S2 di UGJ Cirebon tidak jauh berbeda dibanding mahasiswa reguler," pungkasnya. (CB-003)