Senin, 19 Desember 2022

Senin, Desember 19, 2022
Pimpinan cabang EWF Cirebon, Ernest Firman.

KESAMBI (CIREBON BRIBIN) - Pimpinan cabang PT Equityworld Futures (EFC) Cirebon, Ernest Firman beri bocoran solusi investasi yang justru akan moncer ditengah isu resesi global.

Menurutnya, salah satu investasi yang tidak terdampak negatif akibat resesi global adalah emas, termasuk emas berjangka. Emas berjangka sendiri merupakan salah satu komoditi favorit dalam perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang volume transaksinya tercatat paling besar di EWF Cirebon maupun di bursa berjangka Jakarta.

"Bukan hanya emas batangan, tapi emas paper seperti ini juga banyak dimanfaatkan untuk melindungi nilai uang," katanya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, bila di tahun 2022 ini pergerakan harga emas antara USD 2000 per troy ounce sampai USD 1600 per troy ounce. Harga emas di tahun depan diprediksi USD 1700 per troy ounce sampai USD 2000 per troy ounce.

Beberapa momen yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas di tahun mendatang menurutnya antara lain Imlek yang biasanya akan mendongkrak harga, isu resesi global, dan kebijakan Bank Sentral Amerika (The Fed) yang diprediksi masih harus menaikan suku bunga hingga 8 persen.

"Masih optimis untuk perdagangan emas tahun depan masih sangat-sangat bersinar kalau menurut saya," jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, saat ini merupakan momen yang tepat untuk mulai berinvestasi pada emas berjangka.

Pasalnya, berdasarkan kebiasaan pasar yang dipelajari dari tahun ketahun. Harga emas mulai Desember hingga mendekati Imlek akan mengalami kenaikan antara 50 hingga 100 poin.

"Biasanya seminggu atau beberapa hari sebelum Imlek sudah mulai tinggi. Momen Imlek ini selalu berulang tahun ketahun dan memang sekarang ini sedang ramai mau dimanfaatkan dengan pelaku pasar," katanya.

Selain itu, terkait resesi global sendiri yang isunya bakal terjadi dan membuat pelaku bisnis deg-degan. Justru di investasi emas akan mendulang keuntungan.

"Karena orang-orang akan mengalihkan dananya ke aset save heaven yaitu emas," ujar Ernest. (CB-003)