Senin, 19 Desember 2022

Senin, Desember 19, 2022

 

Direktur Fahmina Institute, Rosyidin saat menjadi fasilitator dalam workshop bersama rekan-rekan media dari Cirebon dan Majalengka

CIREBON BRIBIN – Fahmina Institut merancang strategi kampanye yang efektif tentang isu toleransi dan keadilan gender bersama praktisi media di Cirebon dan Majalengka.

Melalui program Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA) Fahmina Institut menggelar workshop perumusan strategi kampanye media untuk toleransi dan keadilan gender pada 17-18 Desember 2022 di Hotel Santika Cirebon.

Program Manager, Fahmina Institut, Alifatul Arifiati mengatakan tujuan diadakan workshop tersebut untuk meningkatkan kemampuan tim (Fahmina) dalam menyampaikan pesan-pesan toleransi dan keadilan gender kepada khalayak yang lebih luas.

Dia menuturkan masalah toleransi dan keadilan gender bukanlah isu populis di masyarakat sehingga butuh strategi matang dalam merancang strategi penyampaian dan penyebarluasan pesannya.

“Intinya kami ingin belajar bagaimana mendiseminasikan pesan toleransi dan keadilan gender agar tersampaikan secara luas dan tepat,” katanya.

Tujuan lainnya kata Alifatul pihaknya ingin mengajak teman-teman media untuk berkolaborasi dengan Fahmina dan teman-teman CSO (Civil Society Organization) yang selama ini konsen di isu toleransi dan keadilan gender untuk membentuk perspektif yang sama ketika terjadi masalah di lapangan.

“Ketika terjadi masalah yang berkaitan dengan toleransi dan keadilan gender kami melihat pemberitaan yang muncul perspektifnya masih kurang tepat,” ujarnya.

Alifatul menambahkan setelah workshop perumusan strategi kampanye ini diharapkan pemberitaan yang muncul tentang toleransi dan keadilan gender memiliki perspektif dan gaya bahasa penyampaikan yang lebih baik lagi.

“Kolaborasi Fahmina dan teman-teman media ini sifatnya saling melengkapi,” tambahnya.

Direktur Fahmina Institute, Rosyidin memaparkan masalah toleransi dan keadilan gender dianggap isu yang sensitif sehingga dibutuhkan gaya bahasa dan penyampaian khusus agar tidak menyulut konflik yang lebih besar jika terjadi masalah di masyarakat.

“Kami mengajak teman-teman media untuk turut menjaga nilai toleransi dan keadilan gender melalui berita-berita yang dibuat,” pungkasnya. (CB-001).