Selasa, 11 Januari 2022

Selasa, Januari 11, 2022
Pemerintah Daerah Kota Cirebon terus mengimbau kepada Kepala Sekolah, guru maupun siswa agar tetap mengedepankan protokol kesehatan.

KEJAKSAN (CIREBON BRIBIN) - Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen akan dievaluasi.

Menurutnya, sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan PTM nantinya juga akan dilakukan testing.

"Sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan PTM maupun juga evaluasi penanganan pengendalian Covid-19, ada testing lagi," katanya usai melakukan monitoring pelaksanaan PTM dibeberapa tingkatan sekolah di Kota Cirebon bersama Forkopimda hari ini, Selasa (11/1).

Untuk di dunia pendidikan, lanjutnya, Kota Cirebon sudah mekaksanakan testing di akhir Desember tahun 2021 dan semuanya non reaktif.

"Nanti kita lihat sudah perjalanan dua minggu, kita lihat evaluasi pelaksanaan PTM sekaligus juga nanti kami minta Dinas Kesehatan untuk melakukan testing," ujarnya.

Agus menjelaskan, jika nantinya ditemukan kasus. Berdasarkan aturan dari SKB 4 Menteri, begitu konfirmasi nanti dari Satgas sekolah yang melakukan komunikasi dengan fasilitas kesehatan setempat untuk segera dilakukan testing dan tracing.

Setelah nanti ditelusuri kontak eratnya, apabila ternyata ada hasil positivity ratenya diatas 5% sekolah tersebut akan ditutup. Tapi kalau masih dibawah 5% mungkin lokal saja.

"Itu kalau kemarin penanganan delta tapi kita belum tahu. Tapi sementara regulasi yang ada seperti itu, jelasnya.

Namun lanjut Agus, Pemerintah Daerah Kota Cirebon tidak berharap sampai terjadi kluster baru di dunia pendidikan. Untuk itu, tak henti-hentinya diimbau agar pihak sekolah, selalu mengedepankan disiplin protokol kesehatan.

"Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kalau kami sampaikan untuk anak-anak yang sakit ya untuk tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) terlebih dahulu," pungkasnya. (CB-003)