Selasa, 05 Desember 2017

Selasa, Desember 05, 2017

Sebagai bentuk komitmen Cirebon Power untuk turut memberikan perlindungan pada nelayan di kawasan pesisir Cirebon. Cirebon Power lanjutkan rogram asuransi nelayan yang merupakan hasil kerjasama antara Cirebon Power dengan Direktorat Polisi Airud Polda Jabar.

Program ini sendiri telah berjalan selama 5 tahun, dan telah memberikan manfaatnya kepada sekitar 12.000 nelayan di Pesisir Cirebon. 

Pada tahun keenam berjalannya program ini, asuransi nelayan diberikan kembali kepada sekitar 3000 nelayan dari 10 desa. Yang dilakukan di Kantor P3GL Pusat Penelitian Dan Pengembangan Geologi Kelautan Jl. Kalijaga No. 101, Pegambiran - Cirebon, Selasa, (5/12). Bertepatan juga dengan perayaan Hari Jadi DITPOLAIRUD yang Ke-67.

Dikatakan oleh Teguh Haryono, Direktur Cirebon Power total program asuransi nelayan cirebon ini sudah mengcover lima belas ribu nelayan dari 10 Desa.

"Ditambah 3000 nelayan hari ini, berarti totalnya sudah ada 15000 nelayan yang kami ikutkan dalam program asuransi nelayan cirebon ini,"ungkapnya.

Teguh juga menyampaikan, bahwa ide awal adanya program asuransi nelayan ini adalah hasil kerjasama dengan Ditpolairud Polda Jabar melihat resiko keselamatan para nelayan.

"Jadi kami berdiskusi dan menyepakati untuk memberikan asuransi bagi nelayan Cirebon. Dan Alhamdulillah, program ini juga sudah menjadi program nasional,"jelasnya.

Senada dengan Direktur Cirebon Power, Kombes Pol Suwarto, SH. MH selaku Dir Pol Air Polda Jabar mengatakan nelayan banyak sekali yang terkena musibah kecelakaan. Dan Polri, dalam hal ini Polair berfikir bagaimana caranya meringankan beban para nelayan tersebut. Dan kemudian pihaknya mencoba menggandeng instansi untuk bekerja sama untuk membantu nelayan ini.

"Kami menggandeng perusahaan, dalam hal ini Cirebon Power. Untuk memberikan CSR nya bagi nelayan kita,"jelasnya.

Kombes Pol Suwarto juga mengatakan, salah satu penyebab kecelakaan adalah kemampuan nelayan kecil kecepatan kapalnya hanya 5-6 knot. Sehingga bila terjadi cuaca buruk di 4-6 mill laut.

"Mustahil bagi mereka dapat berbalik ke darat. Dan ini yang sering menjadi penyebab kecelakaan,"pungkasnya.(CB-003)