Selasa, 21 Januari 2020

Selasa, Januari 21, 2020

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati

KEDAWUNG (CIREBON BRIBIN) - Sebelum dimulainya musim penghujan, Pemerintah Daerah Kota Cirebon sudah melakukan sejumlah langkah penanggulangan bencana banjir.


Diantaranya normalisasi sungai Cikalong yang sudah dilakukan 3 bulan sebelum mulainya musim penghujan. Selain itu, MoU dengan Kabupaten Cirebon untuk normalisasi Sungai Kedungpane juga telah dilakukan.


Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan saat ini masih terjadi banjir di Kota Cirebon.


"Salah satunya banyaknya bangunan yang berdiri di sepanjang sempadan sungai, padahal daerah sempadan seharusnya merupakan daerah yang bebas dan tidak boleh didirikan rumah-rumah," kata Eti saat menghadiri Sosialisasi Preparation Of Cimanuk-Cisanggarung River Basin Flood Management Project in West Javas Province and Central Java Province di Aston Cirebon Hotel and Convention Center, Senin (21/1).


Eti menegaskan, upaya penanggulangan banjir yang dilakukan Pemda Kota Cirebon tentunya tidak bisa berjalan sendiri, untuk hasil yang maksimal perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat.


Terkait adanya proyek preparation sungai Cimanuk-Cisanggarung yang dananya bersumber dari Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp 30 miliar, Eti mengatakan Pemda Kota Cirebon menyambut baik.


“Alhamdulillah dan kami siap untuk memberikan datanya,” ungkap Eti. Karena menurut Eti, permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun ini bukan saja permasalahan pemerintah daerah, namun juga pemerintah pusat dan provinsi juga seluruh masyarakat.


Sementara itu Direktorat Sungai dan Pantai, Ir. Jarot Widyoko, menjelaskan jika salah satu konsentrasi pemerintah pusat yaitu mengendalikan banjir. “Setiap hari selama musim penghujan kita disuguhkan berita banjir,” ungkap Jarot.


Kita, lanjut Jarot memang tidak bisa menuntaskan permasalahan banjir, namun bisa mengendalikannya.


Karena itu, setiap daerah, termasuk Kota Cirebon, diminta untuk mengeluarkan semua permasalahan terkait dengan sungai yang ada di wilayah mereka. Khususnya yang alirannya berasal dari Sungai Cimanuk-Cisanggarung. Sehingga bisa diketahui penyakitnya ada dimana dan segera dilakukan penanggulangannya.(CB-003)