STIKes Ahmad Dahlan Cirebon Akan Gelar Webinar Alih Status - CIREBON BRIBIN

Post Top Ad

Your Ad Spot

HEADLINE

Minggu, 18 Oktober 2020

STIKes Ahmad Dahlan Cirebon Akan Gelar Webinar Alih Status



 “Webinar Launching” STIKES Ahmad Dahlan Cirebon dari sebelumnya Akper Muhammadiyah, akan berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2020 di kampus setempat.

KEDAWUNG (CIREBON BRIBIN) - Akademi Keperawatan Muhammadiyah Cirebon telah resmi berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Ahmad Dahlan Cirebon. Penyerahan SK perubahan bentuk diberikan langsung Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Uman Suherman, kepada Badan Pembina Harian (BPH) STIKes Ahmad Dahlan Cirebon, pekan lalu.

Perubahan status tersebut akan dikukuhkan melalui “Webinar Launching” yang akan berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2020 di kampus setempat.

Webinar Launching STIKes Ahmad Dahlam Cirebon sendiri mengambil tema sebagai Refleksi Jati Diri Muhammadiyah yang dibuka untuk umum melalui media dalam jaringan (online). Dalam Webinar tersebut akan menghadirkan dua pembicara yakni Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon, DR. H. Ahmad Dahlan, M. Ag dan Ketua BPH STIKes Ahmad Dahlan Cirebon, dr H. Edy Sugiarto, M. Kes.

Atas suksesi alih status kelembagaan tersebut tentunya disambut gembira jajaran kepengurusan Akper Muhammadiyah Cirebon. Sehingga dengan sudah diterima pengalihan status pada jenjang lebih tinggi maka akreditasi dapat pula meningkatkan potensi semakin tinggi,

"Bahkan kini kami sudah siap menerima mahasiswa untuk program S1 Administrasi Rumah Sakit tahun ini. Selain ada jurusan lainnya yakni D3 Keperawatan ," ucap Direktur Akper Muhammadiyah Cirebon, Hj. Ruswati, Ners.M.Kep.

Ia menyebutkan, SK menjadi STIKes ini turun setelah sekian lama menunggu dalam proses yang berlangsung dinamis. Tentunya kesiapan dan persiapan yang ditempuh mulai dari perbaikan administrasi hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM) dilakukan.

“Dukungan alih status tentunya melalui proses panjang. Bahkan kegiatan visitasi dari tim independen Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) pun sudah dilakukan hingga keluarnya SK,” ungkapnya.

Ruswati menambahkan, seiring dengan perubahan bentuk kelembagaan tersebut maka jumlah program studi (prodi) di STIKes Ahmad Dahlan Cirebon juga bertambah yang awalnya satu prodi menjadi dua prodi. Tantangan kedepannya, kata Ruswati, perubahan bentuk merupakan bukti komitmen nyata STIKes Ahmad Dahlan dalam memantapkan pengabdian khususnya dalam bidang pendidikan kesehatan.

“Komitmen dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya yang unggul dan berkarakter di bidang kesehatan menjadi prioritas. Tentunya untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar bermanfaat dan berdaya guna bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.(Rilis/CB-003)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot