Revitalisasi Pasar Kanoman Dengan Mempersembahkan Pecinan Warna Warni Sebagai Destinasi Wisata Baru Kota Cirebon 

PT. Pabrik Cat dan Tinta Pacific atau Pacific Paint bersama dengan tiga kesultanan Cirebon; Gusti Sultan Sepuh ke-14 Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, SE dari Kasultanan Kasepuhan Cirebon, Sultan Pangeran Patih Raja Muhammad Qadiran dari Kasultanan Kanoman, dan Sultan Pangeran Raja Abdulgani Natadiningrat dari Keraton Kacirebonan, pada hari ini meresmikan Pecinan Warna Warni di Pasar Kanoman Cirebon.

Setelah sukses dengan program pemugaran kampung sebelumnya, di kawasan Tangerang dengan “Kampung Bekelir” dan “Kampung Merah Putih” di Kota Tual Ambon, perusahaan cat yang sudah berdiri sejak tahun 1943 dengan merek utama Metrolite dan Glotex, kali ini bekerja sama dengan Forum Pedagang Kanoman melakukan pengecatan kurang lebih dua ratus ruko dengan konsep beraneka ragam warna, juga mengganti tenda-tenda pedagang dengan tenda warna warni agar lebih memanjakan ribuan mata pengunjung.

“Masih dalam rangka ulang tahun ke 75, kami masih tetap konsisten mengaplikasikan visi misi kami dalam mewamai Indonesia, kami melihat bahwa kawasan pecinan pasar Kanoman ini sangat berpotensi menjadi salah satu daya tarik utama pengunjung yang sayang apabila tidak kita jaga, karena selain sebagai pusat ekonomi juga bagian dari sejarah bangsa Indonesia, untuk itu kami berharap dengan revitalisasi ini bisa menghidupkan kembali pasar sebagai destinasi utama wisata dan berbelanja, sehingga dapat lebih meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan yang terpenting dapat dinikmati hingga berbagai generasi" ujar Suryanto Tjokrosantoso, Direktur Pacific Paint.


Selain prosesi peresmian diadakan juga panggung budaya yang menampilkan pertunjukan barongsai dan tarian tradisional Cirebon. Hal ini menjadi suatu kebanggaan mengingat Cirebon terkenal sebagai kota seni, budaya dan juga pluralisme.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa hubungan keraton-keraton Cirebon dengan komunitas Tionghoa sudah terjalin lama, menurut naskah Punrwaka Caruban Nagari, warga Tionghoa berada di wilayah Cirebon sekitar 200 tahun sebelum Kesultanan Cirebon berdiri. Bahkan, keberadaan warga Tionghoa di Cirebon sudah ada sejak sekitar tahun 1415 M sebelum kerajaan Cirebon berdiri pada sekitar tahun 1500 M. Hal ini mengingat riwayat putri dari Dinasti Ming, Ong Tien yang merupakan istri Sunan Gunung Jati juga diiringi dengan peristiwa monumental ketika pasukan negeri Tiongkok yang dinakhodai Laksamana Cheng Ho, Panglima Besar Angkatan Laut dari Dinasti Ming, datang ke Cirebon.

"Kami menyambut sangat antusias dan berterima kasih kepada Pacific Paint yang sudah mengadakan salah satu perhelatan terbesar di kota Cirebon. Ini menjadi kehormatan bagi saya mewakili masyarakat Cirebon disini yang selalu bangga akan Pasar Kanoman atau pecinan ini, karena pasar Kanoman bukan hanya bagian dan" sejarah namun juga sudah menjadi bagian jantung dari Kota Cirebon itu sendiri, dengan adanya pemugaran ini saya berharap masyarakat dapat lebih bangga dengan jati diri bangsa dan semakin apresiasi akan nilai sejarah dengan budaya lokal yang sudah semakin tergerus dengan modemnya zaman.”Tutup Pangeran Radja Adipati Arief Natadiningrat, Kesultanan Kasepuhan.(CB-003/Rls)
Share on Google Plus

About Admin

Cirebon Bribin hadirkan informasi seputar cirebon yang lebih informatif, edukatif dan menghibur.

0 komentar:

Posting Komentar

CIREBONBRIBIN.COM