CIREBON BRIBIN – Kondisi rumput lapangan Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, yang tampak mengering dan menguning menjadi perhatian. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon menyebut pemeliharaan lapangan tetap dilakukan secara rutin, meski tidak didukung anggaran pengelolaan dari APBD.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Cirebon, Dudi Suryadarma, mengatakan pemeliharaan rumput dilakukan melalui penyiraman setiap hari, pemupukan, serta pemberian obat atau bahan perawatan sesuai kebutuhan.
Namun, upaya tersebut belum membuat kondisi rumput kembali hijau. Dudi menduga cuaca panas yang cukup ekstrem turut memengaruhi kondisi tanaman di lapangan tersebut.
“Pemeliharaan rutin kita lakukan. Ada penyiraman rutin tiap malam, tiap hari, kemudian kita lakukan pemupukan dan pemberian obat. Memang problemnya panas yang luar biasa, sehingga rumputnya tidak mati, tetapi memang mengering,” kata Dudi saat menjelaskan kondisi lapangan Stadion Watubelah.
Ia berharap kondisi rumput dapat kembali membaik ketika musim hujan tiba. Meski demikian, penyebab rumput menguning belum dapat dipastikan hanya dari faktor cuaca.
KONI, menurut Dudi, sebelumnya juga pernah berupaya meminta pemeriksaan terhadap kondisi tanah untuk mengetahui unsur hara yang terkandung di dalamnya. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan rumput dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan teknis lapangan.
“Kita pernah menghubungi Dinas Pertanian untuk meminta pengecekan unsur haranya apa, supaya rumput itu bisa tumbuh dengan baik,” ujarnya Kamis 22 Oktober 2026.
Dudi menegaskan, pemeliharaan yang dilakukan selama ini mengacu pada panduan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Akan tetapi, hasil perawatan tersebut belum mampu mengembalikan warna rumput seperti yang diharapkan.
Pemeliharaan Mengandalkan Pembiayaan KONI
Di balik kondisi lapangan yang mengering, persoalan pembiayaan pemeliharaan turut menjadi perhatian. Dudi mengungkapkan, saat ini tidak ada alokasi APBD untuk pengelolaan Stadion Watubelah. Karena itu, biaya pemeliharaan yang dilakukan selama ini diupayakan melalui KONI.
“Dari APBD-nya sudah tidak ada itu sama sekali, nol rupiah untuk APBD pengelolaan. Maintenance lapangannya dari KONI sekarang, pembiayaannya dari KONI juga,” kata Dudi.
Menurut dia, kebutuhan pemeliharaan stadion tidak sedikit. Sementara itu, KONI harus mengupayakan pembiayaan sesuai dengan kemampuan yang tersedia.
Ia menilai, pengelolaan stadion idealnya ditunjang anggaran pemeliharaan yang memadai, sebagaimana fasilitas stadion di sejumlah daerah lain yang memiliki alokasi tersendiri untuk kebutuhan tersebut.
Ketiadaan anggaran khusus ini menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan, terutama ketika kondisi lapangan membutuhkan perawatan secara intensif.
Sistem Penyiraman Otomatis Belum Optimal
Selain pemeliharaan rutin, Stadion Watubelah juga memiliki perangkat penyiraman otomatis. Namun, menurut Dudi, sistem tersebut belum selalu berfungsi secara optimal.
Ia menyebut perangkat itu masih dapat beroperasi, tetapi membutuhkan biaya pemeliharaan yang cukup besar. Dalam praktiknya, alat tersebut terkadang berfungsi dan terkadang tidak.
“Alat otomatis itu masih berfungsi, tetapi maintenance-nya cukup luar biasa. Jadi, kadang hidup, kadang mati. Pada saat kita datang, tidak berfungsi 100 persen,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelembapan rumput, terutama ketika cuaca panas dan kebutuhan penyiraman meningkat.
Meski begitu, belum ada hasil pemeriksaan teknis yang disampaikan Dudi untuk memastikan sejauh mana kondisi sistem penyiraman otomatis memengaruhi kualitas rumput di lapangan.
Adapun terkait jenis rumput yang digunakan serta kemungkinan penanganan apabila kondisinya semakin memburuk, Dudi mengaku tidak mengetahui secara terperinci. Ia menyebut Stadion Watubelah merupakan aset milik Dispora, sedangkan pengelolaannya saat ini berada di bawah KONI.
“Kalau asetnya bukan punya kita. Aset punya Dispora, tetapi pengelolaannya KONI,” katanya.
Kondisi rumput yang mengering dan keterbatasan pembiayaan pemeliharaan menjadi dua hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan Stadion Watubelah. Pemeriksaan kondisi tanah, evaluasi sistem penyiraman, serta kejelasan dukungan anggaran diperlukan agar penyebab persoalan dapat diketahui dan penanganannya lebih terukur.
Hingga keterangan Dudi disampaikan, belum ada kepastian mengenai hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi rumput maupun langkah teknis lanjutan yang akan ditempuh untuk memulihkan kualitas lapangan. (CB-004)
Informasi lainnya :