| Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, Eko Aprianto, menjelaskan soal aktivitas petugas Sensus Ekonomi yang masih terlihat di lapangan meski jadwal pendataan utama telah berakhir. |
CIREBON BRIBIN - Aktivitas petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Cirebon masih terlihat meski jadwal pendataan utama telah berakhir pada 31 Agustus 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, Eko Aprianto, memastikan aktivitas petugas di lapangan tersebut bukan merupakan perpanjangan jadwal sensus.
Menurutnya, petugas saat ini melakukan penyisiran dan pengecekan ulang terhadap data yang sebelumnya telah dikumpulkan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada rumah tangga maupun pelaku usaha yang terlewat dalam pendataan.
“Jadwalnya sensus itu memang sampai 31 Agustus. Kenapa masih ada yang di lapangan? Saat ini petugas sedang melakukan penyisiran,” ujar Eko Kamis 3 September 2026.
Menurutnya, penyisiran dilakukan dengan mencocokkan kembali data yang telah masuk dengan kondisi di lapangan. Hal ini termasuk mengecek kemungkinan adanya rumah tangga atau pelaku usaha yang belum tercatat.
Secara nasional, tahap pertama penyisiran tersebut ditargetkan dapat diselesaikan hingga 15 September 2026.
“Harapannya jangan sampai ada yang tertinggal di lapangan. Kami juga meminta mereka melakukan pengecekan kembali terhadap data yang sudah dikumpulkan dan memastikan datanya sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Eko.
Eko menyebut cakupan pendataan di Kabupaten Cirebon sejauh ini sudah merata. Namun, proses pengecekan tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas data.
Pendataan tersebut melibatkan sekitar 1.785 petugas, terdiri dari petugas pendata dan petugas pemeriksa.
Sementara data responden yang telah dihimpun, baik dari rumah tangga maupun pelaku usaha, sudah mencapai lebih dari satu juta.
Eko juga mengakui proses pendataan membutuhkan waktu lebih lama di sejumlah kantong ekonomi, terutama wilayah dengan konsentrasi pelaku usaha yang tinggi seperti kawasan pasar.
Selain itu, pelaku usaha berskala besar juga menjadi salah satu tantangan tersendiri. Sebab, sejumlah perusahaan memiliki kantor pusat di luar Kabupaten Cirebon sehingga petugas perlu berkoordinasi lebih dahulu untuk mendapatkan data.
Meski demikian, Eko menegaskan kondisi tersebut bukan berarti sensus menghadapi persoalan di lapangan.
“Bukan menghadapi persoalan. Penyisiran ini supaya jangan sampai ada yang terlewat. Sudah didata, kemudian kami cek lagi, masih ada yang ketinggalan atau tidak,” ujarnya.
Data agregat hasil Sensus Ekonomi 2026 diperkirakan mulai dapat dilihat pada awal 2027 setelah proses pengolahan di tingkat pusat selesai. (CB-004)
Informasi lainnya :