| Kantor Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon. |
CIREBON BRIBIN - Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon masih mengandalkan sumber air dari kawasan Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, perusahaan daerah tersebut mulai mengevaluasi potensi sumber air alternatif bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon guna menjaga ketersediaan air baku.
Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Irfan Rahmayadi, mengatakan pasokan air untuk sejumlah wilayah pelayanan masih bergantung pada sumber mata air di kawasan Kuningan, termasuk melalui kerja sama antardaerah.
Menurutnya, upaya mencari sumber air alternatif menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan air, terutama ketika terjadi penurunan debit pada musim kemarau.
“Dalam beberapa bulan ke belakang, kami juga sedang mengkaji bersama pemerintah daerah terkait sumber air alternatif. Harapannya, dengan adanya sumber air alternatif, bisa menjadi sumber baru,” kata Irfan.
Meski demikian, hingga saat ini lokasi yang berpotensi menjadi sumber air alternatif belum ditetapkan. Kajian masih berlangsung karena ketersediaan sumber air baku di Kabupaten Cirebon menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan layanan air minum.
Irfan berharap kajian tersebut dapat menghasilkan solusi yang memungkinkan Perumda Tirta Jati menambah sumber pasokan air sekaligus mendukung target penambahan jumlah pelanggan hingga 50 ribu.
Lima Titik Mata Air dari Kuningan
Irfan menjelaskan, saat ini pasokan air Perumda Tirta Jati antara lain berasal dari lima titik mata air di wilayah Kuningan. Selain itu, terdapat pasokan melalui skema jual beli air dengan PDAM Kuningan serta kerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Cirebon yang sumber airnya berasal dari Cipaniis.
Ketergantungan terhadap sumber air dari luar wilayah Kabupaten Cirebon tersebut membuat ketersediaan air baku menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan kepada pelanggan.
Terlebih, ketika musim kemarau berlangsung panjang, penurunan debit air berpotensi memengaruhi jumlah air yang dapat diolah dan didistribusikan.
Irfan mengakui, kondisi tersebut telah dirasakan selama musim kemarau kali ini. Berdasarkan informasi dari bagian teknik, terdapat pengurangan debit air pada sejumlah sumber yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan.
“Memang sangat berpengaruh. Seperti musim kemarau ini yang lumayan panjang, kami mendapat informasi dari teman-teman teknik bahwa ada pengurangan debit air. Hanya saja, kondisinya masih kondusif dan kami masih bisa melayani,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelayanan di wilayah Cabang Sumber hingga saat ini juga masih berlangsung dalam kondisi yang kondusif.
Dampak Geotermal Masih Perlu Dikaji
Selain menghadapi tantangan musim kemarau, keberadaan aktivitas geotermal di kawasan Gunung Ciremai juga menjadi perhatian terkait keberlanjutan sumber daya air.
Irfan menyebut aktivitas geotermal secara ilmiah berpotensi memiliki kaitan dengan kondisi sumber air baku. Namun, berdasarkan kondisi pelayanan yang dipantaunya hingga saat ini, pasokan air Perumda Tirta Jati masih dalam keadaan kondusif.
“Secara kajian ilmiah barangkali mungkin ada dampak terhadap jumlah air baku, tetapi saya lihat ini masih bisa kondusif hingga saat ini,” katanya.
Meski begitu, pernyataan tersebut belum dapat menjadi kesimpulan mengenai ada atau tidaknya dampak aktivitas geotermal terhadap debit mata air yang dimanfaatkan Perumda Tirta Jati. Hal itu memerlukan kajian teknis dan ilmiah yang secara khusus mengukur kondisi sumber air serta perubahan debitnya.
Bagi Perumda Tirta Jati, menjaga ketersediaan air baku menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, rencana penambahan pelanggan perlu diimbangi dengan kepastian pasokan air yang memadai.
Irfan berharap kondisi sumber air tetap terjaga sehingga distribusi kepada pelanggan dapat berjalan optimal, meskipun dihadapkan pada tantangan musim kemarau dan kebutuhan pengembangan layanan.
“Saya berharapnya kita masih bisa kondusif dan bisa melayani pelanggan dengan maksimal,” harapnya. (CB-004)
Informasi lainnya :