CIREBON BRIBIN - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Terbaru, OJK Cirebon membekali 700 Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Cirebon melalui kegiatan Kelas Literasi Keuangan (KELINGAN) yang dilaksanakan secara hybrid, baik tatap muka maupun daring, pada Kamis 10 September 2026.
KELINGAN merupakan program edukasi OJK Cirebon untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan aparatur maupun masyarakat.
Plh. Kepala OJK Cirebon, Tesar Pratama menyampaikan, bahwa literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menabung atau mengenal produk jasa keuangan, tetapi juga kemampuan merencanakan, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya.
Pengelolaan keuangan yang sehat menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.
Pihaknya menyoroti kemudahan mengakses produk dan layanan keuangan yang menurutnya perlu diimbangi pemahaman yang memadai agar masyarakat mampu mengambil keputusan secara bijak, terukur, dan bertanggung jawab.
"Penghasilan yang diterima secara rutin perlu dikelola dengan perencanaan yang baik agar tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat mendukung tujuan keuangan dan memberikan perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga," ujar Tesar seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu 12 September 2026.
Tesar juga mengingatkan bahwa kemudahan teknologi dalam mengakses layanan keuangan perlu diiringi kewaspadaan terhadap berbagai risiko.
"Seperti pinjaman online ilegal, judi online, investasi ilegal, dan penipuan digital," tegasnya.
Para peserta juga diimbau tidak mudah tergiur tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat, serta selalu memastikan legalitas dan memahami manfaat maupun risiko sebelum menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.
Melalui KELINGAN, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, antara lain menyusun skala prioritas, mengendalikan pengeluaran, membangun dana darurat, mengelola utang, serta merencanakan tujuan keuangan. Peserta juga dibekali pemahaman untuk mengenali karakteristik dan risiko produk jasa keuangan serta meningkatkan perlindungan terhadap data pribadi.
Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kota Cirebon, Eriza, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan KELINGAN sebagai upaya meningkatkan pemahaman PPPK mengenai pentingnya pengelolaan keuangan secara sehat.
Menurutnya, kemampuan mengelola penghasilan secara terencana dapat mendukung kesejahteraan aparatur dan keluarga.
Eriza berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan turut disebarluaskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
"Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," katanya. (CB-003)
Informasi lainnya :