![]() |
| Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono saat menghadiri groundbreaking pengembangan pelabuhan Kejawanan, Kota Cirebon, Kamis, 17 September 2026. |
CIREBON BRIBIN - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis budidaya ikan di Jawa Barat melalui teknologi mini Recirculating Aquaculture System (RAS).
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga membangun ekosistem usaha baru di tingkat desa.
"Ini adalah satu budidaya teknologi terkini yang dulu diriset oleh Norway selama 50 tahun. Mini RAS ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dari masyarakat ini di setiap desa nanti akan di install satu," kata Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono saat menghadiri groundbreaking pengembangan pelabuhan Kejawanan, Kota Cirebon, Kamis, 17 September 2026.
KKP menargetkan pemasangan mini RAS pada 5.000 titik yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.
"Kalau ini di-install tidak kurang dari 5.000 titik di seluruh Jawa Barat, satu lokasinya itu bisa menghasilkan 30 ton dalam satu tahun," ujar Trenggono.
Dengan kapasitas tersebut, total produksi dari 5.000 titik berpotensi mencapai 150 ribu ton ikan per tahun.
"Kalau dikali Rp20 ribu per kilogram, berarti kira-kira sekitar Rp3 triliun per tahun akan dihasilkan dari budidaya mini RAS ini," jelasnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dijelaskan Menteri Trenggono, model budidaya mini RAS ini sudah diterapkan di Depok dan Sukabumi.
"Nanti sekali waktu Pak Gubernur jalan-jalan ke Depok atau Sukabumi sudah ada model di situ yang kita buat dan hasilnya sangat bagus sekali," ujar Trenggono. (CB-005)
Informasi lainnya :
