BRIBIN NEWS (CIREBON) –Aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon ternyata tak hanya menarik perhatian aparat dan pengguna jalan.
Aktivitas tersebut juga menjadi peluang bagi pedagang es yang sehari-hari berjualan di sekitar lokasi.
Nining, salah seorang pedagang es, mengaku telah berjualan sejak 2012. Ia biasanya mulai berjualan di depan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon sekitar pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB pada hari biasa.
Sementara pada malam Minggu, Nining bisa berjualan hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, ia berjualan di sekitar Kantor Perizinan yang kini menjadi Mal Pelayanan Rakyat sejak pukul 09.00 WIB hingga sore.
Menurut Nining, aksi demonstrasi mahasiswa terkadang membuat dagangannya ikut didatangi pembeli, meski jumlahnya tidak selalu banyak. Mahasiswa yang mengikuti aksi sesekali membeli dagangannya, begitu juga dengan sejumlah polisi yang berjaga.
“Kalau ada demo kadang ada mahasiswa yang jajan cuma sedikit, polisi juga paling yang jajan banyak mah ,” kata Nining Senin 31 Agustus 2026
Ia mengaku tidak terlalu mengikuti isu yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut. Baginya, kehadiran massa aksi lebih terasa dari sisi aktivitas jual beli.
“Saya mah enggak nyimak kalau mahasiswa lagi demo ini biasanya mahasiswa UMC ya paling masalah korupsi, begitu saja,” ujarnya.
Nining berharap aktivitas di sekitar kawasan DPRD kembali ramai sehingga bisa meningkatkan jumlah pembeli. Ia membandingkan kondisi saat alun-alun belum selesai dibangun, ketika kawasan tersebut masih ramai dikunjungi masyarakat.
“Harapannya saya pengennya ramai. Waktu alun-alun belum jadi kan ramai banget yang jajan, sekarang agak berkurang,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Abdul, pedagang es lainnya yang juga telah berjualan sejak 2012. Ia membagi waktu berjualan di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Masjid Agung pada pagi hingga sore hari, kemudian berpindah ke kawasan Pataraksa hingga malam.
Saat terdapat aksi demonstrasi di depan DPRD Kabupaten Cirebon, Abdul mengaku omzet dagangannya justru mengalami peningkatan.
“Kalau di DPRD ada demo, omzet saya naik,kebanyakan polisi yang jajan es kalau mahasiswa ya jarang sih sedikit ” kata Abdul.
Meski demikian, Abdul mengaku tidak mengikuti materi yang disampaikan mahasiswa dalam aksi. Ia memilih tetap fokus melayani pembeli.
“Saya enggak dengarin mahasiswa demo, enggak tahu saya mah. Dagang saja. Paling anggaran, korupsi begitu saja mahasiswa demo,” ujarnya.
Ia pun berharap mahasiswa maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi aksi ikut membeli dagangan para pedagang kecil.
“Harapannya ya biar tambah ramai. Harusnya jajan, jajan es di saya,” katanya. (CB/004)
Informasi lainnya :
