BRIBIN NEWS (CIREBON) Kota Cirebon menjadi lokasi Grand Final Pemilihan Putra Putri Wisata Indonesia 2026 yang digelar Selasa, 25 Agustus 2026.
Penyelenggaraan ini menjadi momentum memperkenalkan potensi budaya Cirebon ke panggung pariwisata nasional.
National Director Putra Putri Wisata Indonesia, Rivaldoni, mengatakan Cirebon dipilih karena memiliki kekayaan budaya yang kuat dan relevan dengan tema ajang tahun ini, yakni cultural experience.
“Di tahun ini kita mengangkat kebudayaan Cirebon sebagai salah satu sampel keberagaman budaya Indonesia,” kata Rivaldoni kepada wartawan usai acara Grand Final yang berlangsung di Kawasan Patra Park, Kedawung tersebut.
Menurutnya, seluruh finalis tidak hanya mengikuti rangkaian kompetisi.
Mereka juga mendapat pengalaman langsung dengan berbagai destinasi dan aktivitas budaya di Cirebon.
Para finalis, antara lain, mengikuti kegiatan di Keraton Kasepuhan dan gala dinner di Bale Gamelan.
Rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman budaya secara langsung kepada peserta dari berbagai daerah.
"Banyak kegiatan yang berkaitan dengan culture yang mereka lakukan. Memang Cirebon ini sebagai representasi budaya yang kita angkat tahun ini," jelas Rivaldoni
Rivaldoni menyebut penyelenggaraan di Cirebon sekaligus menjadi strategi promosi destinasi.
"Biasanya kita mengadakan di Bali, di Jakarta, dan tahun di Cirebon," ujarnya
Ia menilai daya tarik Cirebon tidak hanya terletak pada alam dan wisata kulinernya. .
Kota ini memiliki kebudayaan yang erat dan tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Ajang tersebut diikuti sekitar 50 peserta pada tahap awal secara daring.
Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 30 finalis dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti karantina di Kota Cirebon.
Para finalis berasal dari berbagai wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni remaja dan dewasa.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai membuka ruang promosi yang lebih luas.
Pengalaman mereka selama berada di Cirebon berpotensi menjadi materi promosi destinasi ketika para finalis kembali ke daerah masing-masing.
Selain kompetisi nasional, pemenang kategori putri juga dipersiapkan mengikuti sejumlah ajang internasional pada 2026.
Mereka akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss Universal Woman, Miss Heritage, dan Miss Glamour Look yang digelar di sejumlah negara Asia.
Rivaldoni menjelaskan, promosi pariwisata tidak berhenti setelah masa karantina dan grand final.
Para pemenang akan menjalankan program kerja selama masa bakti dengan menggandeng berbagai pihak.
“Selama masa bakti, kita punya program kerja yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan pariwisata daerah dan juga pariwisata nasional,” katanya.
Mereka juga akan terlibat dalam berbagai agenda nasional serta kegiatan bersama merek dan komunitas.
Pola tersebut membuat ajang Putra Putri Wisata tidak hanya berorientasi pada kontes, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari strategi promosi pariwisata. (CB-005)
Informasi lainnya :
