BRIBIN NEWS (CIREBON) - Sampai dengan semester I tahun 2026, realisasi investasi di kabupaten Cirebon mencapai Rp3,2 triliun dari target Rp4,25 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai mengatakan, realisasi investasi kabupaten Cirebon saat triwulan I mencapai Rp1,4 triliun.
Pencapaian tersebut menempatkan kabupaten Cirebon pada peringkat pertama di kawasan Rebana.
"Alhamdulillah kita masih yang tertinggi di kawasan Rebana, dan di triwulan kedua awal semester ini kita sudah mencapai Rp3,2 triliun," ungkapnya kepada Cirebon Bribin, Rabu 29 Juli 2026.
Ia optimis dalam sisa waktu hingga akhir tahun nanti bisa mencapai target.
"Tinggal tersisa Rp1 triliun saja untuk 2 semester. Saya optimis targetnya terpenuhi," kata Hilmy.
Ia menambahkan, optimisme ini karena melihat realisasi pencapaian di tahun 2025 lalu.
Dari target Rp3,5 triliun, realisasinya tercapai Rp4,25 triliun.
"Artinya terealisasi hampir 120 persen," ujarnya.
Menurut Hilmy, terdapat lima sektor utama yang menjadi penyumbang investasi terbesar di Kabupaten Cirebon sepanjang 2026.
Sektor perumahan atau properti masih menjadi kontributor terbesar, disusul manufaktur, industri alas kaki, kuliner atau food and beverage (F&B), serta sektor pariwisata.
"Yang paling tinggi khusus di Cirebon itu Perumahan, berikutnya adalah manufaktur, industri alas kaki dan sebagainya," urainya.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama DPMPTSP Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi Kabupaten Cirebon juga berhasil menembus lima besar tertinggi di Jawa Barat.
"Capaian investasi kita masuk lima besar yang tertinggi di Jabar," kata Hilmy
Meski demikian, posisi Kabupaten Cirebon di kawasan Rebana kini telah bergeser.
Pada triwulan II 2026, Kabupaten Indramayu menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi.
"Sekarang di Rebana, Indramayu yang tertinggi karena targetnya hanya sekitar Rp3 triliun,"
Menurut Hilmy, secara tata ruang, Indramayu sudah memiliki Kawasan Industri yang menjadi kekuatan daya tarik investor.
Sementara, kabupaten Cirebon belum memiliki Kawasan Industri (KI).
"Kita baru memiliki Kawasan Peruntukan Industri (KPI), ini mengakibatkan ekspetasi dari para calon investor itu cenderungnya lebih ke Kawasan Industri," paparnya
Dijelaskan, perbedaan KI dengan KPI ini adalah pada prosesnya, dimana KPI ini membutuhkan proses yang panjang bagi calon investor. (CB-005)
Informasi lainnya :