![]() |
| Plt Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Muhammad Iklas ditemui diruang kerjanya, Kamis (7/5/2026). |
SUMBER (CIREBON BRIBIN) - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi pengingat pentingnya peran guru dalam membangun kualitas pendidikan dan karakter generasi bangsa.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan serta kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAIS).
Plt Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Muhammad Iklas menyampaikan bahwa saat ini jumlah guru PAIS di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 2.000 orang yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri maupun swasta.
Menurutnya, dari jumlah tersebut terdiri atas 361 guru berstatus PNS, 777 guru PPPK, serta 862 guru non-PNS atau honorer.
“Guru PAIS di Kabupaten Cirebon tersebar di seluruh jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta. Mereka menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan pendidikan keagamaan peserta didik,” ujar Iklas saat ditemui di Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, Kamis 7 Mei 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa secara umum kebutuhan tenaga pengajar PAIS di Kabupaten Cirebon masih tergolong mencukupi.
“Di Kabupaten Cirebon tenaga pendidik guru PAIS masih terbilang cukup, kecuali insidental seperti ada yang pindah tugas atau meninggal dunia,” jelasnya.
Dalam momentum Hardiknas ini, perhatian terhadap kesejahteraan guru juga menjadi sorotan utama. Kementerian Agama, kata Iklas, terus berupaya memberikan jaminan kesejahteraan bagi guru PAIS melalui program sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
“Alhamdulillah, meski mengajar di bawah Dinas Pendidikan, kami tetap berusaha menjamin kesejahteraan guru-guru melalui tunjangan profesi guru. Sampai lulusan sertifikasi tahun 2025 ke belakang sudah ada 750 guru yang tersertifikasi. Kemudian pada tahun 2025 ada penambahan besar-besaran sebanyak 1.050 guru,” paparnya.
Dengan adanya penambahan tersebut, lanjut Iklas, pada tahun 2026 jumlah guru PAIS yang telah memperoleh NRG (Nomor Registrasi Guru) mencapai 1.881 orang.
“Alhamdulillah mereka sudah menerima TPG atau Tunjangan Profesi Guru,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada kesejahteraan, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon juga terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Salah satunya melalui kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PAIS yang rutin dilaksanakan.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan bagi para guru untuk memahami perkembangan kurikulum terbaru serta berbagai suplemen pembelajaran yang terus diperbarui mengikuti kebutuhan pendidikan nasional.
“Untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru-guru PAIS, ada pembinaan melalui MGMP. Kegiatan ini membahas kurikulum terbaru maupun suplemen pembelajaran terbaru. Saya juga sering diundang dalam kegiatan pembinaan tersebut,” ujarnya.
Melalui berbagai program tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon berharap kualitas pendidikan agama Islam semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang berakhlak serta berdaya saing.
Momentum Hardiknas 2026 pun menjadi refleksi bahwa keberhasilan pendidikan tidak lepas dari perhatian terhadap kesejahteraan dan peningkatan kapasitas para guru sebagai garda terdepan dunia pendidikan.
“Semoga Kementerian Agama terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan juga para pendidik guru-guru PAIS di Kabupaten Cirebon,” pungkas Iklas.(CB-004)
Informasi lainnya :
