![]() |
| Deklarasi SPMB 2026 bersih dan transparan di Kabupaten Cirebon, Selasa (11/5/2026). |
SUMBER (CIREBON BRIBIN) - Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 secara transparan, objektif, dan bebas diskriminasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui deklarasi bersama serta penandatanganan pakta integritas yang melibatkan unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, hingga pemangku kepentingan pendidikan, Selasa (11/5/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai aturan dan menjunjung prinsip keadilan bagi seluruh masyarakat.
Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini harus berjalan tertib dan mengedepankan integritas seluruh pihak yang terlibat.
“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membangun komitmen bersama. Kami ingin sistem Penerimaan Murid Baru yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi,” ujar Imron.
Ia menambahkan, pelaksanaan SPMB juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarinstansi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan di Kabupaten Cirebon.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru serta Peraturan Bupati Cirebon Nomor 10 Tahun 2025.
“Kami mengacu juga pada Peraturan Bupati Cirebon Nomor 10 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru pada jenjang TK, SD, dan SMP,” jelas Ronianto.
Ia memaparkan, saat ini Kabupaten Cirebon memiliki 745 SD negeri, 84 SD swasta, 80 SMP negeri, 147 SMP swasta, dan enam SMP terbuka yang tersebar di 40 kecamatan.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, daya tampung SMP negeri mencapai 22.450 siswa dengan total 647 rombongan belajar. Sedangkan daya tampung SD negeri mencapai 43.286 siswa dengan 1.245 rombongan belajar.
Di sisi lain, jumlah lulusan SD dan MI tahun ini tercatat mencapai 38.248 siswa, terdiri dari 32.767 lulusan SD dan 5.481 lulusan MI. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan SPMB menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar proses seleksi berjalan tertib dan merata.
Ronianto menjelaskan, pelaksanaan SPMB SMP negeri akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 18–23 Juni 2026 dengan pengumuman hasil pada 24 Juni 2026. Sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 dan diumumkan pada 4 Juli 2026.
Adapun jalur penerimaan yang dibuka meliputi jalur afirmasi keluarga tidak mampu, afirmasi penyandang disabilitas, perpindahan tugas orang tua, jalur anak guru dan tenaga kependidikan, prestasi akademik maupun non-akademik, hingga jalur domisili.
Selain itu, Pemkab Cirebon juga menyiapkan sejumlah SMP unggulan akademik dan olahraga sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
“SMP unggulan akademik meliputi SMPN 1 Lemahabang, SMPN 1 Sumber, dan SMPN 1 Dukupuntang. Sedangkan SMP unggulan olahraga di antaranya SMPN 2 Palimanan, SMPN 2 Sumber, SMPN 1 Suranenggala, SMPN 1 Beber, SMPN 1 Ciledug, SMPN 1 Babakan, dan SMPN 2 Arjawinangun,” pungkasnya. (CB-004)
Informasi lainnya :
