![]() |
| Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon mencatat pertumbuhan merchant, volume hingga nominal transaksi QRIS di wilayah Ciayumajakuning. |
LEMAHWUNGKUK (CIREBON BRIBIN) - Era digital yang menuntut kecepatan dan efisiensi dalam segala aspek kehidupan, turut mendorong perubahan cara masyarakat Ciayumajakuning melakukan transaksi keuangan.
Selain transaksi tunai, sekarang ini masyarakat Ciayumajakuning terlihat semakin akrab untuk melakukan pembayaran non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).
QRIS sendiri merupakan inovasi sistem pembayaran dari Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi keuangan masyarakat yang cepat, aman dan mudah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Himawan, menyampaikan, semakin diminatinya pembayaran non tunai menggunakan QRIS di Ciayumajakuning ini tercermin dari pertumbuhan volume maupun nominal transaksinya.
"Di Ciayumajakuning ini kita melihat tren grafiknya secara volume maupun secara nominal itu terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten," katanya kepada awak media di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Kamis (2/4/2026).
Di sisi lain, KPw BI Cirebon juga mencatat terjadinya pertumbuhan merchant QRIS di Ciayumajakuning yang hingga Februari 2026 jumlahnya mencapai 914.070 merchant secara keseluruhan.
Himawan menambahkan, di awal tahun 2026, mulai Januari hingga Februari kemarin, pihaknya mencatat ada sebanyak 41,88 juta transaksi QRIS yang terjadi di Ciayumajakuning.
"Itu kalau dinominalkan, dari Januari sampai Februari sudah tercatat Rp3,58 Triliun," tambahnya.
Meningkatkan cukup signifikan bila dibandingkan dengan volume dan nominal transaksi QRIS pada akhir tahun lalu yakni sebanyak 29,77 juta transaksi dengan nominal Rp2,7 Triliun di November hingga Desember 2025.
Himawan memaparkan, bila dirinci berdasarkan kategori merchant, tercatat volume transaksi terbanyak berasal dari Usaha Kecil yang jumlahnya mencapai 20.635.442 atau 49,28 persen dari keseluruhan transaksi.
Disusul usaha menengah sebesar 19,77 persen, usaha mikro 19,34 persen usaha besar 10,58 persen dan lainnya.
"Itu sesuai dengan arah QRIS itu diciptakan. Karena memang QRIS itu diciptakan untuk memudahkan transaksi-transaksi usaha kecil itu bisa berakselerasi, memudahkan masyarakat kita untuk bisa bertransaksi secara non tunai," ujarnya.
Lebih lanjut Himawan mengatakan, pertumbuhan merchant, volume hingga nominal transaksi QRIS ini menandakan sinyal yang positif bagi perekonomian di Ciayumajakuning.
"Karena memang sistem pembayaran itu ada untuk memastikan bahwa giat aktivitas ekonomi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi itu ada, berjalan," katanya. (CB-003)
Informasi lainnya :
