![]() |
| Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Cirebon Ahud Roelyana |
BRIBIN NEWS (CIREBON) – Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Cirebon meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memberantas aksi premanisme dan pemerasan agar tidak mengganggu iklim investasi di Kabupaten Cirebon.
Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Cirebon Ahud Roelyana mengatakan komitmen Pemda dalam menjaga iklim investasi di daerah tidak hanya pada tahap birokrasi seperti mempermudah proses perizinan namun harus lebih aktif mengawal keberlangsungan usaha pasca penerbitan izin.
Dia menuturkan sejumlah pengusaha malah mendapat tantangan dan masalah yang menghambat proses pembangunan usaha padahal seluruh tahapan perizinan telah ditempuh.
“Ketika tahapan perizinan telah ditempuh investor harusnya Pemda tetap melakukan pengawalan agar tidak dihambat oleh pihak yang memiliki kepentingan tertentu,” katanya, Rabu 01 April 2026.
Ahud mengungkapkan jika terjadi polemik yang mengakibatkan prose pembangunan usaha terhambat karena adanya aksi premanisme dan pemerasan maka hal tersebut akan berdampak pada keyakinan calon investor untuk membangun usaha di Kabupaten Cirebon.
“Investor butuh daerah yang iklim investasinya bagus, perizinan birokrasinya mudah dan tidak banyak hambatan di lapangan,” ujarnya.
Ahud juga menyoroti masalah kesenjangan antara janji kemudahan perizinan yang dinyatakan oleh Pemda dengan kondisi di lapangan yang tidak sesuai dengan klaim percepatan layanan perizinan usaha.
“Masih ada laporan dari teman-temen investor hambatan perizinan misal dijanjikan rampung seminggu malah jadi sebulan,” tambahnya. (CB-001/CB-004).
Informasi lainnya :
