![]() |
| Pimpinan Cabang Equityworld Futures (EWF) Cirebon, Ernest Firman menjelaskan Brent lebih memiliki potensi keuntungan dibandingkan emas akibat konflik di Timur Tengah, Rabu (11/3/2026). |
KEJAKSAN (CIREBON BRIBIN) - Memanasnya ketegangan di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu memberikan dampak langsung pada beberapa komoditi di perdagangan komoditi berjangka.
Emas yang sempat berkilau sangat terang sesaat setelah konflik meletus, ternyata mulai meredup perlahan tapi pasti digantikan brent crude oil (Brent) yang harganya melesat sejak ditutupnya Selat Hormuz yang menjadi urat nadi energi dunia.
Pimpinan Cabang Equityworld Futures (EWF) Cabang Cirebon, Ernest Firman menyampaikan, berbeda dengan konflik lainnya, yang terjadi saat ini di Timur Tengah tidak memberikan efek yang kuat terhadap emas.
"Jadi ketegangan ini biasanya kalau perang-perang yang lain kan memang langsung efek ke emas gitu ya, kayak perang perang terdahulu gitu sebelumnya. Tapi kalau untuk saat ini lebih cenderungnya ke brent crude oil sebenarnya, Itu yang pengaruhnya besar sekali," katanya dalam kesempatan buka bersama awak media Cirebon, Rabu (11/3/2026).
Menimbang efek yang terjadi ini, lanjut Ernest. Brent menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan dengan emas.
Meskipun saat ini harga Brent sudah terkoreksi ke angka 90an dollar AS per barel setelah mencapai level tertingginya yang menyentuh 120 dollar AS per barel.
Namun ditengah ketidakpastian kapan ketegangan di Timur Tengah ini akan berakhir, bila harus memilih, iya menyebut Brent menjadi pilihan terbaik.
"Jadi kalau untuk emas level ngambilnya masih oke. Kalau untuk brent crude oil mah enggak usah mikir, masih perang ini berjalan terusin aja," ujarnya.
Meski demikian, dibalik potensi cuan Brent imbas dari konflik di Timur Tengah.
Ernest berharap agar ketegangan ini tidak berlarut-larut dan berkepanjangan.
"Iya mungkin akan melebar kemana-mana dampaknya itu," pungkasnya. (CB-003)
Informasi lainnya :
