![]() |
| Penjabat (Pj) Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon, Dadang Juanda (FOTO: Maman Abdurahman) |
BRIBIN NEWS (CIREBON) – Penjabat (Pj) Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon, Dadang Juanda meminta Pemda Kabupaten Cirebon untuk menggandeng aparat penegak hukum (APH) untuk menjaga iklim investasi.
Hal tersebut diperlukan untuk meyakinkan calon investor agar mau menanamkan modal dan membuka usaha di Kabupaten Cirebon.
Dadang mengatakan berdasarkan cerita dari beberapa calon investor, birokrasi perizinan di Kabupaten Cirebon masih cukup rumit apalagi ada pihak-pihak di luar birokrasi yang masuk (ikut campur) terlalu jauh sehingga menghambat proses perizinan.
Meski tak merinci maksud pihak-pihak di luar birokrasi yang masuk terlalu jauh dalam proses pengurusan perizinan, dirinya berharap Bupati Cirebon khususnya untuk menggandeng APH agar iklim investasi terus kondusif dan tidak terjadi aksi pemerasan atau premanisme di lapangan.
“Investor tentu butuh kemudahan perizinan, iklim investasi yang kondusif dan kepastian hukum,” katanya Senin 30 Maret 2026.
Dadang mengungkapkan Kabupaten Cirebon memiliki berbagai keunggulan yang menarik bagi calon investor seperti akses tol yang tersedia, bandara dan pelabuhan, namun jika iklim investasinya kurang kondusif, maka investor enggan menanamkan modal di Kabupaten Cirebon.
“Maka peran Pemda Kabupaten Cirebon sangat penting agar wilayahnya ramah investasi dan dilirik investor,” tuturnya.
Terkait adanya kendala di lapangan yang dialami investor, Dadang membenarkan bahwa terkadang ada segelintir masyarakat yang memanfaatkan kehadiran investor dengan bebagai tuntutan yang memberatkan.
“Tuntutannya tidak semua harus dipenuhi maka dari itu pentingnya komunikasi dengan pimpinan daerah dan APH,” ujarnya. (CB-001).
Informasi lainnya :
