![]() |
| Wali Kota Cirebon, Effendi Edo di lokasi penertiban PKL di bantaran Sungai Sukalila, Senin (15/12). |
KEJAKSAN (CIREBON BRIBIN) - Kegiatan penertiban pedagang kaki lima (PKL) menjadi langkah konkret Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk melakukan kawasan bantaran Sungai Sukalila yang selama ini dipenuhi bangunan PKL.
Selain itu, penertiban ini juga menjadi upaya mendukung program normalisasi Sungai Sukalila.
"Ke depan, kawasan tersebut juga akan dibangun pedestrian, pemagaran, dan taman sebagai ruang publik," ungkap Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Senin (15/12).
Jalannya penertiban sendiri berlangsung kondusif, berkat upaya pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah melalui sosialisasi dan imbauan secara bertahap sejak jauh-jauh hari.
Di lokasi, tak sedikit PKL yang telah membongkar lapaknya secara mandiri sebelum petugas turun ke lapangan. Ratusan personel gabungan dari kepolisian.
Edo menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah kooperatif dan mendukung program pemerintah.
Ia berharap seluruh bangunan di kawasan Sukalila dan Kalibaru dapat diratakan sesuai rencana dan prosesnya berjalan lancar.
"Alhamdulillah, pedagang bisa membongkar secara mandiri. Terima kasih atas kerja samanya,” ujar wali kota.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa Pemkot Cirebon tidak menelantarkan para pedagang.
Menurutnya, sebagian PKL telah menempati lokasi baru yang disiapkan pemerintah, salah satunya di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC).
"Memang di awal perpindahan mungkin masih sepi, tetapi kalau sudah ada peminatnya pasti akan ramai lagi. Saya berdoa semoga rezeki para pedagang di tempat baru semakin bertambah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Edi Siswoyo, menjelaskan teknis pelaksanaan penertiban dilakukan di Sukalila Utara dan Selatan serta Kalibaru Utara dan Selatan.
“Fokus hari ini pembongkaran bangunan yang masih tersisa dan ditargetkan selesai hari ini. Setelah itu, dua hingga tiga hari ke depan dilakukan pembenahan dan pengangkutan material,” ungkapnya.
Edi menambahkan, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai instansi dengan menurunkan empat unit ekskavator.
Dua ekskavator besar dari BBWS Cimanuk–Cisanggarung dan dua ekskavator kecil dari Dinas Pekerjaan Umum.
"Kami juga membantu pengangkutan barang dagangan pedagang ke rumah atau lokasi usaha baru, sementara material seperti kayu dibuang ke TPA Kopiluhur,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari masyarakat setempat. Ketua RW 3 Pagongan, Kaelani, menyatakan pihaknya mengikuti dan mendukung kebijakan pemerintah.
“Kami mendukung penataan kota. Untuk keindahan dan keteraturan kota, tentu ini hal yang baik,” katanya singkat.
Salah satu pedagang seafood, Via, yang sebelumnya berjualan di kawasan tersebut, mengaku telah membongkar lapaknya secara mandiri.
"Saya sudah berjualan tiga tahun di sini. Sebelumnya memang sudah ada surat peringatan, jadi kami bongkar sendiri. Kami mendukung program pemerintah agar penataan kota dan sungai ke depan bisa lebih baik,” pungkasnya. (CB-003)
Informasi lainnya :
