![]() |
| Debo Andryos bersama Siti Maryam saat berbincang bersama awak media di Cirebon, Jumat (12/9) malam. |
KESAMBI (CIREBON BRIBIN) - Film Maryam: Janji dan Jiwa Yang Terikat yang mengangkat kisah nyata tentang teror sosok tak kasat mata yang jatuh cinta kepada seorang perempuan bernama Maryam akan segera tayang di bioskop Tanah Air mulai 18 September 2025.
Film Maryam dibintangi Claresta Taufan bersama Wafda Saifan, Debo Andryos, Maryam Supraba, Rukman Rosadi, Shaqueena Medina, Ayu Dyah Pasha, dan Rahmet Ababil.
Salah satu pemeran film Maryam : Janji dan Jiwa Yang Terikat, Debo Andryos kepada awak Media di Cirebon mengungkapkan pengalaman yang berbeda saat proses syuting film ini.
Menurutnya, film ini bukan hanya menguras tenaga, namun juga membuat emosinya bergejolak.
"Jadi selama proses syuting itu aku ada treatment khusus, dimana ada adegan yang susah sampai sebelum take aku minta untuk tidak diganggu, tidak diajak ngobrol, harus benar-benar fokus," katanya pada Jumat (12/9) malam.
Karena menurutnya bila tidak fokus mungkin akan mencelakakan dirinya sendiri.
Debo yang memerankan karakter Bagas dalam film Maryam: Janji dan Jiwa Yang Terikat ini juga memaparkan bahwa selama proses syuting ada pantangan yang tidak boleh dilanggar oleh seluruh pemain dan kru.
Lokasi syuting film ini sendiri menurutnya dilakukan di hutan yang mungkin belum terjamah manusia.
"Enggak dibolehin untuk menyebut nama si Jin tersebut selama 3 kali," paparnya.
Meski tak sempat mengalami gangguan dari makhluk halus, lanjut Debo. Namun ada satu pemain yang sempat mengalami melihat sosok Jin yang Ia perankan.
"Sebenarnya ini sudah diingatkan oleh Maryam sendiri, Ia khawatir sama yang memerankan Jin ini dan memang Dia beneran dikasih liat sosoknya," katanya.
Ada banyak keseruan-keseruan selama proses syuting film Maryam: Janji dan Jiwa Yang Terikat ini menurutnya tak akan panjang bila dibahas.
Yang pasti, kata Debo. Film ini sayang dilewatkan oleh penonton karena berbeda dari film horor yang lain.
"Yang pasti karena ini diangkat dari kisah nyata, dari jalan hidup Maryam dan yang membedakan di sini kita bukan cuma menyajikan jump scare atau sosok yang memang menakut-nakuti gitu ya. Karena film ini memang fokus dengan rasa emosional, psychological. Harusnya ketika menonton kita bakal merasakan apa yang Maryam rasakan," ujarnya.
Sementara itu, Siti Maryam yang kisahnya diangkat menjadi film ini mengatakan bahwa jalan cerita yang disajikan dalam film Maryam: Janji dan Jiwa Yang Terikat sama dengan apa yang Ia alamni.
"Hampir 100 persen ceritanya ini sesuai," ujarnya singkat.
Ia sendiri mengaku tidak menyangka bahwa kisahnya akan diangkat ke layar lebar setelah sebelumnya viral melalui podcast Lentera Malam.
"Ada perasaan haru dan juga rasa khawatir kalau misalnya terjadi sesuatu ke para pemain," kata Maryam.
Melalui film ini, kata Maryam lagi. Ia berharap masyarakat bisa merasakan dan berempati kepada dirinya atau orang-orang yang mungkin mengalami nasib yang sama.
Maryam sendiri mengaku sekarang ini sudah berdamai dengan cerita hidup yang harus Ia jalani.
"Berdamai dengan tidak mempertanyakan lagi, apapun yang terjadi sudah jalan saja seperti air mengalir," pungkasnya. (CB-003)
Informasi lainnya :
