![]() |
| Bupati Cirebon, Imron Rosyadi berdialog dengan pedagang di kawasan wisata religi Sunan Gunung Jati. Foto: Diskominfo Kabupaten Cirebon. |
GUNUNG JATI (CIREBON BRIBIN) - Pemerintah Kabupaten Cirebon akan serius dalam menata kawasan wisata religi Sunan Gunung Jati yang berada di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Hal tersebut dikatakan Bupati Cirebon, Imron Rosyadi dalam kegiatan penertiban aktivitas pengemis dan pengamen liar yang kerap meresahkan para peziarah di kawasan wisata religi Gunung Jati pada Rabu lalu.
Imron yang turun langsung ke lokasi bersama Tim gabungan dari Pemkab Cirebon, TNI, Polri, Satpol PP, serta unsur kecamatan untuk melihat langsung kondisi di lapangan juga berdialog dengan para pedagang.
"Langkah ini bukan sekadar reaksi sesaat, tetapi menjadi bagian dari strategi penataan kawasan wisata religi yang sudah lama dikeluhkan masyarakat," katanya.
“Kami kunjungi Gunung Jati ini, karena banyak masukan, bahwa di sini kondisinya kurang kondusif bagi para peziarah. Ada pemaksaan untuk memberikan sedekah,” lanjut Imron.
Ia menegaskan langkah penertiban ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga diiringi pembinaan dan edukasi kepada masyarakat sekitar.
Koordinasi pun dilakukan dengan pihak Kesultanan Kanoman sebagai pengelola kawasan Sunan Gunung Jati.
“Kami terus lakukan pembinaan dan koordinasi dengan para sultan serta masyarakat. Saat ini sudah terlihat lebih tertib dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Kami akan terus lanjutkan bersama Forkopimda,” tegasnya.
Ketika ditanya asal para pengemis, Imron menyebut sebagian besar berasal dari luar daerah, bahkan diduga ada yang sengaja datang ke kawasan ini setiap momen tertentu.
Dari hasil pendataan sementara, diperkirakan ada sekitar 300 pengemis di kawasan tersebut. Namun jumlah itu bersifat dinamis, karena banyak pengemis datang dan pergi secara acak, bahkan dari luar daerah.
Untuk memastikan kenyamanan berkelanjutan, setiap hari diturunkan 41 personel gabungan, yakni 6 dari Polri, 5 dari TNI, dan 30 dari Satpol PP. Jumlah ini bisa disesuaikan melihat eskalasi di lapangan.
“Kami ingin kawasan ini rapi, agar peziarah merasa nyaman dan tenang. Efeknya nanti juga baik untuk ekonomi para pedagang,” tutupnya. (CB-003)
Informasi lainnya :
