Jumat, 23 Oktober 2020

Jumat, Oktober 23, 2020

Pelaksanaan tradisi Siraman Panjang (piring) di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jumat (23/10).

LEMAHWUNGKUK (CIREBON BRIBIN) - Keraton Kasepuhan gelar tradisi Siraman Panjang (piring) dan buka Bekasem pada hari ini, Jumat (23/10).

Jalannya pelaksanaan tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun tersebut nampak dilakukan secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.

Sultan Sepuh XV, PRA Luqman Zulkaedin menjelaskan, kedua tradisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan.

"Alhamdulillah hari ini kami telah melaksanakan tradisi Siraman Panjang dan tradisi Buka Bekasem," katanya usai kegiatan.

Sultan menjelaskan, mengingat tahun ini merupakan tahun Jim Akhir. Pada pelaksanaan Siraman Panjang tahun ini hanya ada sebanyak 7 piring Wali yang di cuci. Piring - piring tersebut dihiasi kaligrafi nama Allah dan kalimat Toyibah yang usianya sudah 700 tahun

"Sesuai tradisi pada tahun Jim Akhir hanya 7 piring, berbeda dengan tahun Dal dan tahun Wawo, 9 piring akan dikeluarkan semua untuk dicuci," jelasnya.

Bersamaan dengan ke 7 piring Wali, dalam tradisi Siraman Panjang juga turut di cuci 37 piring pengiring, 2 guci, 2 dan dua gelas.

Adapun makna dari Siraman Panjang ini dikatakan Sultan adalah untuk mengingatkan kita semua agar sebelum melakukan kegiatan atau beribadah harus bersuci, membersihkan diri.

"Tujuannya agar selalu terjaga kebersihan diri dan ibadah atau kegiatan yang kita lakukan di terima Allah SWT," katanya.

Sementara itu, untuk tradisi Buka Bekasem, Sultan mengatakan adalah tradisi membuka guci bekasem ikan yang sebelumnya telah di buat pada tanggal 5 bulan Safar atau satu bulan yang lalu.

Bekasem yang terdiri dari ikan kakal dan rempah-rempah tersebut pada haribini dibuka, lalu di cuci dan dijemur dan nantinya akan di masak di dapur Mulud bersama dengan nasi jimat.

"Nasi jimat dan ikan Bekasem akan dihidangkan pada tanggal 12 Mulud nanti," jelasnya.(CB-003)