Sabtu, 23 Maret 2019

Sabtu, Maret 23, 2019


KESAMBI (Cirebon Bribin)—Kenaikan harga bawang putih sejak beberapa bulan terakhir membuat sejumlah pihak turut memberikan pandangan terkait kemungkinan melakukan budidaya di Indonesia khususnya wilayah Cirebon.
Pada berita cirebonbribin.com sebelumnya, memasuki pekan ketiga Maret 2019 harga bawang putih di Kabupaten Cirebon tembus Rp25.000/kg atau melonjak tinggi jika dibanding harga awal Januari 2019 yang hanya pada kisaran Rp18.000/kg. Dinas terkait menyimpulkan, penyebab kenaikan diprediksi ada kendala di negara produsen atau terkait perizinan, sebab bawang putih yang dijual di pasaran seluruhnya impor.
Wakil Dekan  I Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunungjati (UGJ), Yayat Rahmat SP, M. Agr mengatakan pihaknya akan mengkaji untuk melihat kemungkinan budidaya bawang putih di wilayah Cirebon.
Dia menuturkan tanaman bawang putih sangat cocok dibudidayakan di daerah yang memiliki suhu 20 derajat celcius atau daerah dingin. “Jika berdasarkan suhu, maka bawang putih memungkinkan dibudidaya di Kabupaten Kuningan,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (23/03/2019).
Yayat mengungkapkan selain faktor suhu, faktor tanah juga perlu dilakukan kajian mendalam agar bisa memastikan apakah bawang putih bisa dibudidayakan dengan baik atau tidak di wilayah Ciayumajakuning.
“Contoh kasus bawang merah, dulu banyak yang tidak percaya bisa dibudidaya di pesisir, sekarang banyak petani pesisir Cirebon dan Indramayu yang tanam,” ujarnya.
Yayat menambahkan untuk kajian atau riset kemungkinan budidaya bawang putih perlu didukung oleh Pemerintah yang dalam hal ini memiliki program pengembangan komoditi tertentu di setiap daerah.
“Kalau ada riset maka ada gambaran jelas untuk pengembangan komoditi tertentu, apakah perlu perawatan khusus atau seperti apa,” tambahnya. (Didin Supirman/CB-001).