Selasa, 15 Mei 2018

Selasa, Mei 15, 2018

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Kota Cirebon resmikan Masjid Nur At Taubah sebagai salah satu fasilitas tempat beribadah yang representatif di lingkungan sekolah, Selasa (15/5).

Hadir dalam peresmian Masjid yang dibangun selama kurang lebih satu tahun sembilan bulan ini diantaranya adalah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, yang sekaligus melakukan peresmian Masjid ini, ikatan alumni SMAN 6 Kota Cirebon dan tamu undangan lainnya serta para siswa.

Dra Ety Nur Rochaeni M.Pd, selaku Kepala SMAN 6 Cirebon mengatakan momen peresmian Masjid Nur At Taubah ini adalah sebuah mimpi yang berhasil di wujudkan secara bersama - sama antara Kepala Sekolah, para guru, siswa, orang tua dan juga alumni.


"Hasil swadaya kami semua, meski harus ada ruangan yang dibongkar. Alhamdulillah kini di Masjid yang lebih representatif ini, para siswa bisa lebih nyaman dalam melaksanakan shalat, khususnya shalat berjamaah," jelas wanita yang menjabat sebagai Kepala SMAN 6 Kota Cirebon pada 16 Agustus 2017 yang lalu.

Dikatakan juga olehnya, bahwa SMAN 6 Kota Cirebon selalu mencoba melaksanakan amanah sebagai lembaga pendidikan yang menyediakan sarana ibadah yang representatif untuk siswa. Dengan harapan, tentunya kehadiran Masjid yang menghabiskan dana sekitar 2,1 M ini adalah bisa menjadikan siswa - siswi SMAN 6 Kota Cirebon kelak menjadi anak anak yang shaleh, berkarakter dan bermartabat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan sangat berbangga SMAN 6 Kota Cirebon bisa membangun Masjid Nur At Taubah yang semegah ini dengan cara swadaya.


"Ini luar biasa dan jarang terjadi, SMAN 6 Kota Cirebon membuktikan bisa dan mampu memberdayakan siswa, guru dan masyarakat untuk membangun Masjid semegah ini dalam waktu yang cukup singkat," pujinya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan karena anggaran yang terbatas, belum sepenuhnya bisa mensupport seluruh sekolah untuk memiliki sarana inadah. Karena, lebih memprioritaskan pada operasional sekolah dan kebutuhan dasar, seperti ruang kelas dan laboratorium.


"Kami membuka diri kepada masyarakat dalam rangka untuk ikut meningkatkan kualitas pendidikan, karena adanya sarana Ibadah di sekolah adalah program pemerintah untuk penguatan karakter bangsa," pungkasnya.(CB-003)