Ada Belia Tewas saat Ngecas HP, Ini Penjelasan Dosen Teknik Elektro Untag Cirebon - CIREBON BRIBIN

Post Top Ad

Your Ad Spot

HEADLINE

Senin, 18 Maret 2019

Ada Belia Tewas saat Ngecas HP, Ini Penjelasan Dosen Teknik Elektro Untag Cirebon

Dosen Teknik Elektro, Untag Cirebon, Agus Siswanto ST, MT


KESAMBI (Cirebon Bribin)—Kasus kematian Rindi belia berusia 16 tahun asal Desa Mundu Mesigit Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu yang diduga akibat ngecas handphone setelah mandi menarik perhatian sejumlah pihak.
Rindi ditemukan neneknya Wasilah dengan kondisi badan telungkup dan terbujur kaku dengan posisi tangan memegang charger handphone yang masih terhubung dengan terminal listrik pada Sabtu 16 Maret 2019 sekitar pukul 09.00 WIB. Rindi langsung dibawa ke Puskesmas akan tetapi nyawanya sudah tidak tertolong.
Selain karena kondisi tangan basah, Dosen Teknik Elektro, Untag Cirebon, Agus Siswanto ST, MT, mengatakan kejadian tersengat listrik saat mengisi ulang daya handphone sangat memungkinkan terjadi karena ada beberapa faktor yang mungkin memengaruhi. Pertama masalah mungkin terjadi dari charger yang digunakan akibat charger rusak sehingga tidak bisa mengkonversi arus dari alternating currant (AC) ke direct currant (DC).
Dia menuturkan kemungkinan lain adalah masalah pada bagian terminal listrik dalam kondisi ada bagian kabel yang terkelupas apalagi jika instalasi listrik di rumahnya tidak memakai sistem grounded.
“Dengan instalasi yang memakai sistem grounded, jika tersetrum maka masih bisa bertahan hingga 2 menit, jika tidak memakai maka 1 menit saja korban bisa meninggal dunia,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/03/2019).
Agus yang juga menjabat Wakil Dekan III Fakultas Teknik Untag Cirebon mengimbau agar masyarakat lebih teliti dalam memilih instalasi listrik karena setiap kabel memiliki Kemampuan Hantar Arus (KHA) yang berbeda, terlebih jika beban listrik melebihi kapasitas KHA maka isolasi yang membungkus kabel bisa terkelupas dan terjadilan konsleting.
“Agar aman gunakanlah instalasi listrik yang sesuai Persyaratan Umum Instalasi Listrik [PUIL] jangan asal murah dan bisa terpakai, harus berstandar SNI” ujarnya.
Agus meminta Pemerintah Daerah (Pemda) juga ambil bagian dalam mensosialisasikan kepada masyarakat tentang penggunaan listrik yang baik dan benar. “Tak perlu sosiliasi secara detail tapi cukup yang prinsipil saja,” tambahnya. (Afriyah Erma Yanti/CB-001).

BACA JUGA: Rindi Ditemukan Tewas, Diduga Akibat Ngecas Handphone Sehabis Mandi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot