Senin, 03 Mei 2021

Senin, Mei 03, 2021
Syukuran pengangkatan Pimpinan Cabang PT MBM Cirebon dan gedung kantor baru yang lebih luas dari sebelumnya, Sabtu (1/5).

KESAMBI (CIREBON BRIBIN) - Bukan abal-abal, manisnya bisnis ternak lebah klenceng yang ditawarkan PT Mahakarya Berkah Madani (MBM) sangat nyata dan terlihat jelas perkembangannya. Baru dua tahun berjalan,
perusahaan dari Bandung yang bergerak dalam pengembangbiakan lebah klenceng penghasil madu ini kini telah berhasil memiliki lima kantor cabang.

Direktur Utama PT MBM, Mada Purna Wijaya mengungkapkan, bisnis yang dijalankan perusahaannya ini nyata dan bisa dipercaya.

"Terbukti saat ini kami sudah memiliki lima kantor cabang, dari semula hanya ada dua," ungkapnya dalam konferensi pers di kantor PT MBM Cirebon pada Sabtu (1/5).

Lima kantor cabang tersebut, menurutnya berada di Bandung, Cirebon, Cikarang, Palembang dan Riau.

Ditambahkan General Manager PT MBM, Hasbi, unuk perkembangan bisnis ternak lebah di Cirebon, saat ini tercatat ada sekitar 1300 mitra yang bergabung dari berbagai kalangan profesi.

Bisnis ternak lebah yang ditawarkan PT MBM berkomitmen memberikan keuntungan bagi mitra peternak dan juga perusahaan.

"Untuk secara keseluruhan totalnya ada sekitar 5000an mitra," ujarnya.

Dia menegaskan, PT MBM adalah perusahaan berbadan hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat tak perlu khawatir akan adanya kasus pada bisnis yang mirip dengan yang dijalankan PT MBM, dimana dana mitra disalahgunakan oleh pengurus.

"Dana mitra terjamin, karena segala transaksi keuangan hanya bisa dilakukan melalui rekening perusahaan bukan pribadi," tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya bukan hanya sekedar mengejar target mitra semata. Artinya, tidak semua yang mengajukan diri akan langsung diterima begitu saja.

"Harus ada survey kelayakan lokasi, apakah memungkinkan untuk lebah hidup dan berkembang biak. Bila tidak bisa, ya kami tolak," tambahnya.

Masih ditempat yang sama, Pimpinan Cabang PT MBM Cirebon, Rosa menjelaskan, untuk ternak lebah klenceng dibutuhkan lingkungan yang mendukung.

Yakni, adanya vegetasi atau tumbuhan yang bisa mendukung kehidupan dari lebah.

"Jumlah tumbuhannya pun harus disesuaikan, minimal tiga pohon untuk satu stup (kandang)," jelasnya.

Pentingnya lingkungan di sekitar calon lokasi ternak lebah, menurutnya karena akan berpengaruh pada kualitas madu yang dihasilkan oleh peternak.

"Bila madu dari peternakan kurang baik, kami juga bisa rugi. Karena itu kami harus memastikan segala sesuatu, agar peternak bisa menghasilkan madu berkualitas. Peternakan untung, kami pun ikut untung," tutupnya. (CB-003)