Rabu, 10 Maret 2021

Rabu, Maret 10, 2021
Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Agung Laksono meninjau pelaksanaan pemberian vaksin bagi pelayanan publik Kabupaten Cirebon di GOR Sumber, Selasa (9/3).

SUMBER (CIREBON BRIBIN) - Pelaksanaan vaksinasi untuk pelayanan publik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon dinilai sudah mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Mulai dari proses antrian, tempat, hingga observasi sebelum penyuntikan vaksin.

Hal tersebut diungkapkan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Agung Laksono di sela-sela kunjungannya di GOR Sumber Kabupaten Cirebon, tempat pelaksanaan pemberian vaksin bagi pelayanan publik Kabupaten Cirebon, Selasa (9/3).

"Tadi saya lihat proses cukup tertib mulai dari antrean, pendaftaran, skrining, tempat vaksinasi dan obeservasi sudah sesuai. Ini sudah cukup bagus," ungkapnya.

Agung mengatakan, vaksinasi ini merupakan program pemerintah untuk menyelamatkan dan membentengi masyarakat Indonesia dari bahaya Covid-19.

"Jadi pemerintah memberikan vaksinasi untuk seluruh masyarakat Indonesia untuk 190 juta orang sehingga ada total kurang lebih 380 juta vaksin yang harus di berikan kepada masyarakat," kata politisi senior Partai Golkar, Agung Laksono. 

Ia pun mengungkapkan, Pemerintah RI melalui Presiden Joko Widodo menargetkan, penyuntikan Vaksinasi untuk masyarakat Indonesia 1 juta vaksin setiap harinya. 

"Karena dengan keterbatasan vaksin per hari hanya kurang lebih 200 ribu vaksin yang sudah diberikan kepada masyarakat Indonesia," kata Agung. 

Selain itu, kata Agung, di Kabupaten Cirebon sendiri rata-rata pemberian vaksinasi antara 1.000 sampai 1.500 setiap harinya. 

"Ke depan kalau vaksinnya ada dan nakesnya cukup bisa ditingkatkan 3.000 smapai 5.000 vaksin tiap hari, karena lebih cepat lebih baik," tambahnya. 

Disinggung tentang masalah perekonomian di masa pandemi Covid-19 ini, Agung mengatakan, optimistis perekonomian kembali bangkit. Bahkan, menurutnya Indonesia lebih baik dari negara-negara asia tenggara. 

"Untuk pemulihan perekonomian negara kebetulan penanggungjawabnya Pak Erlangga, kami sering berdiskusi. Beliau optimistis perekonomian kita akan berkembang di masa pendemi ini. Hanya saja ada minusnya kita hanya 2 persen dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura sampai 12 persen, sehingga kita lebih baik," katanya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, kedatangan Watimpres ini untuk mengetahui bagaimana proses vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat di Kabupaten Cirebon. 

"Alhamdulillah proses vaksinasi ini berjalan dengan baik, dan sesuai prosuder yang ada" katanya. 

Imron menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah mendapatkan tambahan vaksinasi untuk tingkat kecamatan. 

"Semalam ada 24 ribu vaksin sudah datang dan itu dialokasikan untuk masyarakat tingkat kecamatan," katanya. 

Imron menuturkan, pihaknya meminta Dinas Kesehatan untuk mendata lokasi yang akan dijadikan tempat vaksinasi di tingkat kecamatan. 

"Saya menginginkan lokasi vaksinasi tingkat kecamatan lokasinya besar seperti GOR, sekolah dan lainnya sehingga untuk meminimalisir adanya kerumunan," katanya. (CB-003)

0 komentar:

Posting Komentar