Selasa, 09 Maret 2021

Selasa, Maret 09, 2021
Tidak hadirkan orang tua wisudawan untuk batasi kerumunan, prosesi Wisuda ke 58-59 UGJ disiarkan secara daring. Foto : Humas UGJ

KESAMBI (CIREBON BRIBIN) - Gelaran Wisuda ke 58 - 59 Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2020 – 2021 Universitas Swadaya Gunung Jati diselenggarakan Selasa dan Rabu, 9 -10 Maret 2021 di salah satu hotel di Kota Cirebon. Wisuda kali ini dibagi menjadi 3 sesi mengingat jumlah wisudawan yang mencapai ribuan namun tetap harus diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui satgas Covid-19.

Ketua Panitia Wisuda Dr. H. jaja, Drs., M.Hum menyampaikan, lulusan Sarjana dan Magister dari Program Studi (Prodi) masing-masing Fakultas dan Sekolah Pascasarjana Wisuda ke-58-59 sejumlah 1200 wisudawan yang terdiri dari 16 program studi Sarjana dan 4 program Pascasarjana serta satu program profesi. Wisuda ini diselenggarakan secara offline dengan mempertimbangkan prosedur kesehatan yang ada seperti dibagi dengan beberapa sesi, pengaturan jarak, penggunaan masker face shield dan sarung tangan, serta digelaran wisuda kali ini tidak disajikan gelaran-gelaran seni dan sebagainya seperti wisuda yang diselenggarakan sebelum adanya pandemi.

"Para orang tua wisudawan pun tidak kami perkenankan hadir dan memasuki ballroom hotel, melainkan menyaksikan prosesi melalui live streaming YouTube dan Instagram Humas UGJ," jelasnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) tak bosan mengingatkan kepada para dosen untuk selalu membesarkan, meninggikan, dan mengagungkan Allah SWT dalam membesarkan UGJ, meningkatkan loyalitas kepada lembaga dan mengukuhkan kesadaran, disiplin dan komitmen pada peningkatan kinerja, produktivitas, inovasi dan kreativitas. Foto : Humas UGJ

Rektor UGJ Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si menyampaikan hari ini UGJ menyelenggarakan wisuda yang ke 58 dan 59 dalam situasi pandemi Covid-19. UGJ terus berbenah dan memantapkan diri untuk menjadi bagian penting dari dinamika percaturan nasional dan global. Raihan peringkat 119 Perguruan Tinggi terbaik seluruh Indonesia versi Kemendikbud tahun 2020. Persyaratan pemenuhan standar nasional perguruan tinggi (SNPT),saat ini UGJ menyambut baik Program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar (KMMB) program kemendikbud yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada dosen dan mahasiswa dengan pola baru dalam sistem pembelajaran yang otonom dan fleksibel.

"Prestasi ini tentu tidak akan dapat diraih kalau tanpa dukungan, support dan arahan, serta fasilitasi yang sangat luar biasa dari Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ)," katanya.

Sinergitas YPSGJ dan UGJ, lanjut Mukarto, sangat dibutuhkan untuk dapat melaju mencapai prestasi-prestasi, melaju mencapai tujuan-tujuan penyelenggaraan Pendidikan tinggi di UGJ yang pada ujungnya mengantarkan para mahasiswa untuk lulus menjadi sarjana dan megister dan kemudian mereka dapat mencapai cita-cita yang diinginkan.

Rektor UGJ Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si menyampaikan UGJ terus berbenah dan memantapkan diri untuk menjadi bagian penting dari dinamika percaturan nasional dan global.

Sementara itu, Ketua YPSGJ, Dadang Sukandar Kasidin dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan ini merupakan bentuk sinergitas Ketua Yayasan dan Rektor UGJ sehingga dapat saling mendukung kemajuan UGJ.

Mengingatkan kepada para dosen untuk selalu membesarkan, meninggikan, dan mengagungkan Allah SWT dalam membesarkan UGJ, meningkatkan loyalitas kepada lembaga dan mengukuhkan kesadaran, disiplin dan komitmen pada peningkatan kinerja, produktivitas, inovasi dan kreativitas.

“Teruslah meningkatkan budaya komunikasi dan koordinasi agar guyub dengan selalu menghormati, menghargai dan mengerti satu sama lain agar sivitas UGJ dapat mempertahankan dan meningkatkan peringkat universitas unggul di tingkat nasional dan internasional," ujarnya.

"Kita harus menguasai ilmu untuk menjalankan kehidupan di dunia. Untuk sukses kuncinya yaitu pertama, membahagiakan kedua orang tua, kedua, menjadi manusia yang beruntung, ketiga, menjadi orang yang berhasil; saling menghargai, saling menghormati, mengerti, saling memberi dan saling membagi, keempat, menjadi manusia terpilih, dan kelima menjadi orang yang di kehendaki oleh Allah", tambahnya.

Pada kesempatan yang sama ketua LLDIKTI Prof. Dr. H. Umam Suherman A.S., M.Pd menyampaikan lulusan tidak cukup mengandalkan gelar dan IPK, tetapi cara berpikir.

"kaya berpikir, kaya inovasi, kaya toleransi, sebagaimana UGJ. UGJ sudah berada pada jajaran Perguruan Tinggi elit di Jawa Barat" ungkapnya.(CB-003)

0 komentar:

Posting Komentar