Rabu, 13 Januari 2021

Rabu, Januari 13, 2021
Gedung kantor PDAM Kota Cirebon.

KEJAKSAN (CIREBON BRIBIN) - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata mulai melakukan ujicoba penampungan air (reservoir) yang berkapasitas 9.000 meter kubik, serta Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang baru selesai dibangun beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Sofyan Satari SE, MM., mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan dan monitoring pelaksanaan ujicoba, sehingga dengan aktifnya penampungan air dan pipa JDU berdiameter 600 milimeter akan memberikan tekanan yang lebih besar pada pipa distribusi.

“Sejauh ini berjalan baik hanya saja ada pipa distribusi berdiameter 300 milimeter di Majasem yang pecah,” katanya, Rabu (13/01/2021).

Sofyan menuturkan dengan adanya pipa distribusi yang pecah, terdapat beberapa daerah di Kota Cirebon yang aliran airnya terhenti selama masa perbaikan dan penggantian pipa PVC berdiameter 300 milimeter yang pecah di Majasem.

“Penyesuaian tekanan di pipa distribusi perkotaan terus kami lakukan sebelum dan hingga selama masa ujicoba reservoir dan JDU baru,” tuturnya.

Sofyan mengungkapkan permasalahan penyaluran air PDAM di Kota Cirebon sedikitnya ada 3 hal, pertama masalah penampungan, jaringan distribusi utama (JDU) dan jaringan distribusi perkotaan, sedangkan untuk masalah penampungan dan JDU telah dibangun, maka tinggal mengganti jaringan distribusi ke konsumen.

“Tekanan air dari reservoir yang mengalir melalui JDU baru sangat tinggi, maka perlu ditopang dengan jaringan distribusi yang baru,” ujarnya.

Jaringan pipa distribusi perkotaan yang mengalir ke konsumen kata Sofyan usianya kini sekitar 47 tahun padahal usia teknis sebuah pipa maksimal 20 tahun.

“Kami mengalirkan air dengan reservoir dan JDU baru sangat hati-hati, itupun masih ada kerusakan pipa distribusi,” katanya.

Sofyan menambahkan untuk mengganti seluruh jaringan pipa distribusi perkotaan membutuhkan dana investasi yang sangat besar, maka dari itu PDAM Kota Cirebon akan melakukan pergantian secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dana yang ada.

“Penggantian sistem saluran distribusi air harusnya dilakukan sejak tahun 2000, dan baru bisa terealisasi tahun 2021,” pungkasnya.

Sofyan berharap dengan adanya penampungan air (reservoir) dan Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang baru selesai dibangun ini, menjadikan pelayanan air bersih kepada warga Kota Cirebon bisa lebih baik lagi.(CB-003)

0 komentar:

Posting Komentar