Mandiri Syariah Salurkan Bantuan Ketahanan Pangan Untuk Pondok Pesantren - CIREBON BRIBIN

Post Top Ad

Your Ad Spot

HEADLINE

Kamis, 29 Oktober 2020

Mandiri Syariah Salurkan Bantuan Ketahanan Pangan Untuk Pondok Pesantren


Area Manager Mandiri Syariah Cirebon, Imsak Ramadhan mengatakan, program bantuan ketahanan pangan merupakan wujud kepedulian Mandiri Syariah kepada umat. Sekaligus merupakan salah satu rangkaian kegiatan milad Mandiri Syariah ke-21 tahun yang jatuh pada 1 November 2020. Foto : Mandiri Syariah

PLUMBON (CIREBON BRIBIN) - Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Region IV Bandung dan Laznas BSM menyalurkan bantuan senilai Rp 180 juta kepada Pondok Pesantren Darul Ulum Cirebon.

Bantuan ini diberikan dalam bentuk kebutuhan bahan pokok untuk santri dhuafa selama 10 bulan ke depan.

Pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan sekaligus untuk mengimplementasikan program Pemberdayaan Pondok Pesantren sebagai Ekosistem Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia.

Bantuan diserahkan kepada Bpk. H. M. Ulin Nuha, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum di Cirebon, dan disaksikan pula oleh Bpk. Dr. H. Erdiriyo, SE, MM, perwakilan Kemenko Perekonomian (Direktur Bagian Inklusi Keuangan) pada Rabu 28 Oktober 2020.

Area Manager Mandiri Syariah Cirebon, Imsak Ramadhan mengatakan, program bantuan ketahanan pangan merupakan wujud kepedulian Mandiri Syariah kepada umat.

"Sekaligus merupakan salah satu rangkaian kegiatan milad Mandiri Syariah ke-21 tahun yang jatuh pada 1 November 2020," katanya, Kamis (21/10).

Program senilai total Rp5 miliar ini ditujukan bagi 21 pesantren di Indonesia.

Di wilayah Jawa Barat lanjut Imsak, ada 3 Pondok Pesantren, salah satunya Pondok Pesantren Darul Ulum, sebagai lokasi Ekosistem Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang diamanahkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kepada Mandiri Syariah.

Dia menjelaskan, ada dua tujuan utama dalam program pemberdayaan Ponpes ini yaitu penyediaan solusi dan kemudahan layanan perbankan di lingkungan Pondok Pesantren, seperti elektronifikasi sistem pembayaran, agen pembukaan rekening tabungan untuk para guru dan santri/orang tua, pengelolaan keuangan Ponpes menggunakan layanan Cash Management Mandiri Syariah, serta produk lainnya sesuai kebutuhan Ponpes. Tujuan lainnya adalah menjadikan Pondok Pesantren mitra Mandiri Syariah sebagai Ponpes Binaan Laznas BSM Umat.

"Dengan program ini, Ponpes akan mendapatkan bantuan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar dan program literasi keuangan syariah (Likes)," jelasnya.

Hingga September 2020, ada lebih dari 815 rekening ponpes dengan total outstanding sebesar Rp118 miliar yang telah dikelola Mandiri Syariah.

“Mandiri Syariah senantiasa berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah kepada umat dan lingkungan diantaranya dengan program pemberdayaan seperti ini. Kami meyakini pencapaian kinerja sampai dengan titik ini, tidak lain karena kontribusi seluruh stakeholders terutama nasabah. Insya Allah, dari umat kembali ke umat,” jelas Imsak Ramadhan

Berupaya menjadi sahabat finansial, spiritual dan sosial bagi nasabah serta menempatkan customer centric sebagai prioritas, Mandiri Syariah fokus pada produk retail dan konsisten melakukan inovasi dalam layanan digital. Layanan digital diimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, Net Banking maupun layanan digital branch. Diantaranya fitur buka rekening online, tarik tunai tanpa kartu ATM, layanan interaktif virtual yang dapat diakses selama 24 jam (Aisyah) dimana ketiga fitur tersebut baru dimiliki oleh Mandiri Syariah. Ataupun fitur layanan khas syariah lainnya seperti info waktu sholat, lokasi masjid terdekat, ziswaf, dll.

Imsak menambahkan, hingga September 2020, kinerja Mandiri Syariah tumbuh dengan baik, resilient di tengah pandemi, dan solid dengan kualitas yang terjaga. Mandiri Syariah berhasil meraih pencapaian tertinggi dengan menghimpun laba tembus ke angka Rp1,07 triliun (unaudited). Dan meningkatkan pembiayaan hingga 7,39% yoy menjadi Rp79,27 triliun dengan kualitas terjaga baik. Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah ditopang dengan adanya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 17,28% yoy menjadi Rp106,12 triliun sehingga asset Mandiri Syariah mencapai Rp119,43 triliun, tumbuh 16,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

“Semoga Program Bantuan Ketahanan Pangan Mandiri Syariah yang menjadi sub Program Pemberdayaan Pondok Pesantren akan turut mensukseskan Strategi Nasional Keuangan Inklusif dan menjadikan Santri Sehat, Indonesia Kuat, Ekonomi Bangkit,” pungkasnya.(CB-003)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot