Keistimewaan Masjid Jagabayan Kota Cirebon - CIREBON BRIBIN

Post Top Ad

Your Ad Spot

HEADLINE

Selasa, 14 Juli 2020

Keistimewaan Masjid Jagabayan Kota Cirebon


Meski luasnya tak seperti Masjid-masjid lain, namun Masjid Jagabayan di Jalan Karanggetas, Kota Cirebon ini dahulunya menjadi salah satu tempat musyawarah para Wali.

LEMAHWUNGKUK (CIREBON BRIBIN) - Sebagai salah satu daerah yang menjadi pusat penyebaran agama Islam di masa lalu, Kota Cirebon memiliki banyak Masjid yang berusia ratusan tahun.

Salah satunya adalah Masjid Jagabayan, yang letaknya berada di tengah Kota Cirebon, tepatnya Jalan Karanggetas, dekat Keraton Kanoman.

Konon, Jagabayan merupakan salah satu Masjid yang telah berusia ratusan tahun.

"Wallahu alam, tapi menurut orang tua dulu jaman sebelum saya, sudah ada sejak tahun 1437. Namun waktu itu belum berupa masjid, tapi berupa pos penjagaan," jelas Ketua Juru Kunci Masjid Jagabayan, M. Faozan (47).

Meskipun luasnya tak seberapa, namun Masjid yang memiliki arti Jaga Bahaya atau Jaga Badan ini memiliki keistimewaan.

Yaitu, Masjid Jagabayan ini dahulunya adalah sebagai salah satu tempat musyawarah para Wali Cirebon.

"Dulu disini adalah salah satu tempat musyawarah Wali Cirebon, meskipun luasnya memang tak seberapa, lebar 8 meter, panjang 7 meter," jelas Faozan.

Adapun tentang sejarah Masjid Jagabayan, Faozan menuturkan dahulu dikisahkan pada saat jaman Kesultanan Padjajaran, Prabu Siliwangi mengutus patihnya, Tumenggung Nalarasa untuk mencari putra mahkotanya Pangeran Walangsungsang dan menyelidiki tentang adanya kabar bahwa ada seseorang yang ingin membangun kerajaan di Cirebon.

"Utusan tersebut pun tiba di Cirebon, namun dirinya tidak menemukan adanya kerajaan baru. Yang ada hanya pondok-pondok mengaji," tutur Faozan.

Singkat cerita, lanjut Faozan, utusan tersebut memasuki salah satu pondok yang secara kebetulan Pangeran Walangsungsang ada di dalam pondok tersebut.

Selanjutnya yang terjadi, utusan tersebut mengikuti jejak Pangeran Walangsungsang memeluk agama Islam dan menetap di Cirebon.

"Oleh Sunan Gunung Jati, diberi gelar Tumenggung Jagabahaya, kemudian dia mendirikan pos penjagaan ini yang kemudian menjadi Masjid Jagabayan sekarang," katanya lagi.(CB-003)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot