Telkomsel Menghadirkan "Asset Performance Management" - CIREBON BRIBIN

Post Top Ad

Your Ad Spot

HEADLINE

Selasa, 28 April 2020

Telkomsel Menghadirkan "Asset Performance Management"



Suasana virtual presscon solusi bisnis IoT yang dihadirkan oleh Telkomsel yang bernama Asset Performance Management di Jakarta, Senin (27/4).  Kehadiran layanan Asset Performance Management merupakan hasil kolaborasi Telkomsel dengan Roambee yaitu startup penyedia layanan pemantauan aset berbasis end-to-end IoT asal Sillicon Valley, Amerika Serikat. Asset Performance Management merupakan solusi end-to-end berbasis IoT yang dapat digunakan untuk memonitor lokasi dan kondisi produk atau aset perusahaan seperti suhu, kelembapan, dan tekanan udara secara real-time. Foto : Telkomsel

CIREBON (CIREBON BRIBIN) - Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia kini telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan telekomunikasi digital terdepan. Oleh karena itu, Telkomsel kini juga menghadirkan sejumlah inovasi dan solusi digital untuk mendukung inisiatif pemerintah dalam mewujudkan “Making Indonesia 4.0”.

Pada hari ini, Telkomsel memperkenalkan Asset Performance Management, suatu solusi end-to-end berbasis IoT yang dapat digunakan untuk memonitor lokasi dan kondisi produk atau aset perusahaan seperti suhu, kelembapan, dan tekanan udara secara real-time.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, sebagai roadmap implementasi agenda nasional Making Indonesia 4.0, transformasi di bidang digital sangat diperlukan agar kita dapat mengakselerasikan Revolusi Industri 4.0. Telkomsel berkomitmen untuk mendukung revolusi industri keempat melalui penerapan teknologi IoT di berbagai industri. Kami memahami bahwa pengelolaan aset merupakan hal yang sangat krusial bagi sebuah bisnis.

"Oleh karena itu, solusi terbaru ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan produktivitas, dan ketika diimplementasikan secara nasional, solusi ini akan mampu memperkuat daya saing bangsa," katanya. Senin (27/4).

Dia menuturkan, sistem monitoring tradisional masih mengandalkan pengelolaan data secara manual, sehingga tidak efisien, rumit, dan beresiko terjadi kesalahan. Sedangkan solusi IoT terbaru kami, Asset Performance Management, dapat mendigitalisasi sistem pemantauan asset perusahaan dengan memberikan informasi kondisi aset yang real-time.

"Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional, kesalahan dari human error, serta memastikan kualitas produknya terjaga," tuturnya.

Solusi Asset Performance Management ini dapat diimplementasikan  pada berbagai industri, seperti industri makanan dan minuman, fast-moving consumer goods (FMCG), farmasi, logistik dan manufaktur yang mana implementasi use casenya seperti cold chain monitoring, inventory management, dan shipment monitoring.

Setyanto menambahkan, kehadiran layanan Asset Performance Management merupakan hasil kolaborasi Telkomsel dengan Roambee, yaitu startup penyedia layanan pemantauan aset berbasis end-to-end IoT asal Sillicon Valley, Amerika Serikat, Roambee sendiri juga merupakan perusahaan rintisan asing yang belum lama ini menerima dana investasi dari Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) selaku unit ventura Telkomsel.

"Salah satu peran Roambee adalah penyediaan Smart Gateway (sensor yang terhubung langsung pada cloud) dan Smart Beacon (terhubung dengan Smart Gateway dan dapat ditempatkan di aset bergerak dan tak bergerak) sebagai IoT Sensors pada Asset Performance Management," tambahnya.

 
Sementara itu, CEO Roambee, Sanjay Sharma mengungkapkan, kolaborasi Roambee bersama Telkomsel mempertegas komitmen kami dalam mengakselerasikan ketepatan dan keterandalan teknologi untuk memantau jalur distribusi.

Melalui kolaborasi dengan mitra dan penanam modal yang inovatif seperti Telkomsel, kami yakin bahwa Roambee akan terus mampu menghadirkan berbagai produk intelijen unggulan dan solusi pemantau aset untuk industri dan perusahaan logistik di seluruh dunia, secara langsung dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha.

"Kami merasa senang dapat turut serta di negara yang sangat cepat berkembang seperti Indonesia dan berbagai negara di Asia Tenggara," ungkapnya.

Dia menjelaskan, terdapat tiga elemen utama yang ada di dalam solusi ini, yaitu 1) IoT Sensors (Bees dan Beacons), 2) IoT Platform , dan 3)Online Dashboard. IoT Sensors, solusi ini menggunakan 2 tipe sensor yaitu, Bee (Smart Gateway) dan Beacon, yang mana dapat diimplementasikan baik pada asset yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Kedua sensor tersebut  dapat mendeteksi sejumlah variabel di titik penempatannya, seperti suhu, pencahayaan, kelembapan, tekanan udara, hingga lokasi secara real-time.

"IoT Platform  merupakan infrastruktur dan aplikasi pengolahan data, meliputi cloud dan data analytics," jelasnya.

Sedangkan Online Dashboard, memungkinkan para pelaku bisnis untuk melakukan manajemen aset  melalui berbagai perangkat, mulai dari laptop hingga ponsel, di mana pun dan kapan pun secara online.

"Ada tiga fitur utama yang dimiliki oleh Online Dashboard ini, meliputi real-time condition, historical reports, dan notifications and alerts," pungkasnya.(CB-003)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot