Punya Banyak Potensi, Kota Cirebon Jadi Tuan Rumah Rakornis Pemasaran Pariwisata - CIREBON BRIBIN

Post Top Ad

Your Ad Spot

HEADLINE

Rabu, 20 Maret 2019

Punya Banyak Potensi, Kota Cirebon Jadi Tuan Rumah Rakornis Pemasaran Pariwisata

Rakornis Kepariwisataan di Kota Cirebon.


KEJAKSAN (Cirebon Bribin)-- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat mengadakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) I Pemasaran Pariwisata Jawa Barat, Rabu (20-03-2019). Dengan mengusung tema "Smilling West Java" acara kali ini digelar di The Luxton Cirebon Hotel and Convention, Jl.Kartini No. 60 Kota Cirebon.

Manurut Dedi Taufik, Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat, Kota Cirebon dipilih sebagai tuan rumah dalam acara ini karena Cirebon mempunyai banyak potensi wisata yang menunjang kemajuan pariwisata di Jawa Barat. "Khususnya wisata budaya dan sejarah", ungkapnya.

Dalam acara ini, selain diikuti oleh seluruh Dinas Pariwisata Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), juga dihadiri oleh perwakilan Disparbud daerah yang ada di Jawa Barat, serta tidak lupa seluruh Mitra Kerja yang berhubungan dengan kepariwisataan di Cirebon.

Sekretaris Daerah, Asep Dedi berharap RAKORNIS ini dapat menjadi wadah diskusi bagi para anggota pemerintahan dan seluruh mitra kerja yang bekerja di sektor kepariwisataan dalam meningkatkan geliat pariwisata di Jawa Barat. "Semoga menghasilkan program-program yang dapat mengembangkan pariwisata di Jawa Barat, khususnya Cirebon", jelasnya.

Rakornis kali ini diawali dengan seminar Pemasaran Pariwisata dengan pembicara a.l, Sultan Arief Natadiningrat, S. E (Sultan kasepuhan Cirebon), Asep Dedi (Sekretaris Daerah Cirebon), Drs.H.Hartono, MM (Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab.Cirebon) dan juga Faisal, M.M. Par, CHE (Ketua STP NHI Bandung).

Dalam penyampaiannya, Arief Natadiningrat berharap adanya peningkatan dalam hal promosi dan publikasi akan pariwisata yang ada di Cirebon. Sultan Sepuh ke XIV itu pun menambahkan perlu ditingkatkan kesadaran pada masyarakat akan rasa bangga terhadap wisata yang ada di daerahnya sendiri. "Jangan sampai kampung batur apal, kampung sorangan henteu", pungkasnya. (Afriyah Erma Yanti/CB-001).

1 komentar:

Post Top Ad

Your Ad Spot