Menyelesaikan Masalah Garam Tanpa Polemik



Kementrian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa gelar Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Nilai Tambah dan Inovasi Produk Turunan Komoditas Pergaraman, Grage Hotel Cirebon, Selasa (20/3).

Dalam kegiatan ini, Agung kuswandono Deputi Bidang Koordinator Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Bidang Kemaritiman RI mengatakan bahwa permasalahan garam di Indonesia harus bisa diselesaikan dengan cara yang benar.

"Maksudnya adalah menyelesaikan permasalahan garam tanpa menimbulkan polemik, akar permasalahannya harus benar- benar kita cari," tuturnya.

Agung menjelaskan, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan ide ide atau membuat inovasi, serta memperbaiki pola pikir kita tentang mekanisme pengolahan garam lokal.

Misalnya, dengan melakukan kerjasama antar pengusaha garam (petani) untuk memperbaiki proses pembuatan dan lahan garamnya. Sebagai contoh, Australia sebagai salah satu Negara penghasil garam sudah memiliki teknologi pembuatan garam yang baik. Hasil garamnya pun sudah memenuhi standar internasional, yakni memiliki kandungan NaCL sebesar 97%.

"Sementara hasil garam kita kandungan NaCL nya rata-rata di bawah itu hanya 90 - 94%. Kalau pun bisa mencapai standar 97% hanya beberapa waktu tertentu, dari data yang ada terlihat kandungan NaCL garam lokal itu fluktuatif," ungkapnya.

Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam. Ada satu hal penting yang perlu segera dilakukan, dan hal ini juga nantinya akan bisa berpengaruh pada stabilitas harga garam.

"Mekanisme distribusi garam juga harus dibenahi. Kementrian Kelautan dan Perikanan, bisa membuat gudang gudang garam untuk menampung hasil panen garam petani. Agar tidak di ambil tengkulak, pengusaha (industri) juga mudah dalam mencari garam saat membutuhkan," lanjut Agung lagi.

Solusi lain yang bisa dilakukan adalah membuat produk turunan garam, untuk meningkatkan harga. Yang saat ini sudah terlihat baik adalah produk garam spa. Karena itu, kita ajak juga dua orang produsen garam spa untuk bergabung dalam FGD ini untuk memaparkan bagaimana prosesnya, termasuk kualitas bahan garam yang dibutuhkan. Bila memang tidak membutuhkan garam dengan standar kualitas tinggi, ini bisa menjadi harapan untuk menyerap hasil produksi garam lokal.

"Bila memungkinkan bisa kita kloning dan kita terapkan untuk ditularkan pada yang lain,"pungkasnya.(CB-003)
Share on Google Plus

About Admin

Cirebon Bribin hadirkan informasi seputar cirebon yang lebih informatif, edukatif dan menghibur.

0 komentar:

Posting Komentar

CIREBONBRIBIN.COM