Saji Maleman, Tradisi Menyambut Lailatul Qadar

Memasuki hari ke-20 Ramadhan yang jatuh hari ini, Kamis (15/6). Keraton Kasepuhan Cirebon gelar tradisi "Saji Malemam" di Ruang Pungkuran Dalem Arum Keraton Kasepuhan.

Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat mengatakan bahwa Saji Maleman adalah tradisi yang digelar untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar,"Karena sesuai janji Allah di 10 hari terakhir bulan Ramadan ada malam lailatul qodar yang lebih baik dari 1000 bulan," ujar Sultan, Kamis (15/6/2017).

Pelaksanaan tradisi ini dilaksanakan sejak pagi hari diawali dengan menyiapkan dan mengirim lilin, delepak, minyak kelapa, dan ukup. Kemudian, Ibu-ibu para wargi membuat Saji Maleman dipimpin oleh Raden Ayu Isye Natadiningrat yang nantinya di bawa oleh para Kraman ke Astana Gunung Jati dengan berjalan kaki dari Keraton Kasepuhan ke Astana Gunung Jati yang dilepas oleh Sultan di Pungkuran Prabayaksa Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Nantinya saji maleman ini akan dinyalakan pada setiap malam tanggal ganjil," katanya.

Di balik perayaan tradisi Saji Maleman ini. Terdapat sebuah makna mendalam dalam menyambut malam lailatul qodar yakni kita harus dalam keadaan bersih dan wangi, hati gembira, melek atau tidak tidur sepanjang malam diisi dengan ibadah salat, zikir dan tadarus Al-Quran.(CB-003)

Share on Google Plus

About Admin

Cirebon Bribin hadirkan informasi seputar cirebon yang lebih informatif, edukatif dan menghibur.

0 komentar:

Posting Komentar

CIREBONBRIBIN.COM