CIREBON BRIBIN

Post Top Ad

LightBlog

Post Top Ad

Your Ad Spot

HEADLINE

Selasa, 25 Juni 2019

Ditempat Ini, Barang Bekas Tak Terpakai Bisa Jadi Duit

Selasa, Juni 25, 2019 0

Pasar barang bekas barang bekas di Jalan Ariodinoto, Kota Cirebon


LEMAHWUNGKUK (CIREBON BRIBIN) - Keberadaan pasar barang bekas yang berada di Jalan Ariodinoto, kecamatan Lemahwunguk, mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Cirebon.


Ditempat ini banyak dijajakan barang-barang bekas, mulai dari alat-alat pertukangan, sepeda, barang elektronik, barang-barang rumah tangga, Spare Part kendaraan bermotor, hingga barang langka yang bernilai.


Para pelapak biasa mengamparkan barang dagangannya di atas trotoar hingga sedikit memakan badan jalan agar mudah dilihat orang-orang yang melintas.


Wahyu (32), salah satu pelapak yang sudah bertahun-tahun menjual-belikan barang bekas di jalan ini mengungkapkan dirinya biasa mendapat barang-barang bekas dari warga saat ia berkeliling atau datang kerumahnya.


"Namun banyak juga yang langsung datang kesini," ungkapnya, Selasa (25/6/2019).


Wahyu menjelaskan, umumnya orang-orang menjual barang tak terpakai, atau barang rusak yang jika diperbaiki, ongkos perbaikannya cukup mahal, baik itu peralatan rumah tangga hingga alat ekeltronik.


Karena itu,Wahyu biasanya meneliti terlebih dahulu kondisi barang yang akan dijual padanya, biasanya di mulai dari kondisi fisik barang.


"Kalau kondisi fisik masih baik, dan tidak ada masalah dengan fungsi biasanya dihargai cukup tinggi," tuturnya.


Untuk harga jual barang bekas, Wahyu biasanya menjualnya hingga setengah dari harga baru, bergantung pada kondisi fisiknya.


"ya kita liat dulu kondisi barangnya dulu sih, kalo secara fisik kondisinya masih layak atau sekitar 50 persen biasanya kita jual setengah dari harga baru". Ujarnya.


Wahyu menambahkan, barang yang masih layak pakai biasanya langsung kita jajakan, sementara kalo kondisinya sudah rusak biasanya akan di bongkar untuk dijual terpisah setiap bagian-bagiannya.(CB-002)

Read More

Harga Cabai di Pasar Tradisional Kian Pedas

Selasa, Juni 25, 2019 0



Harga cabai merah tembus Rp 60 ribu/kg



LEMAHWUNGKUK (CIREBON BRIBIN) - Harga cabai di pasar tradisional kembali mengalami kenaikan, dari sebelumnya hanya Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per kilo, kimi harganya mencapai hingga Rp 60 ribu per kilo.


Anih, salah satu penjual komoditas sayuran di pasar Kanoman Cirebon mengatakan harga cabai merah sempat mengalami kenaikan dan turun kembali pasca Idul Fitri, namun belakangan ini harganya terus naik.


"Pertengahan puasa komoditas cabai mengalami kenaikan, setelah hari raya harga cabai sempat kembali turun, kemudian sekarang naik lagi", ujar Anih saat ditemui cirebonbribin.com di kiosnya. Selasa, (25/6/2019).


Anih menjelaskan, salah satu pemicu naiknya harga cabai diduga karena musim kemarau.


"Biasanya hal ini berpengaruh kepada daerah penghasil cabai yang mengalami penurunan hasil panen," jelasnya.


Senada dengan Anih, salah seorang penjual sayur lainnya di pasar Kanoman Kota Cirebon, Riska mengatakan, setiap musim kemarau harga cabai biasanya merangkak naik.


Namun, Riska menuturkan, untuk musim sekarang kualitasnya masih terbilang baik dibanding tahun sebelumnya.


"Kalo yang sudah-sudah kualitasnya kurang baik tapi harganya naik, hal ini menyebabkan keluhan dari para pelanggan dan berpengaruh pada penurunan hasil penjualan," pungkasnya.(CB-002)

Read More

Jelang HUT Bhayangkara, Polres Cirebon Anjangsana Kepada Anggota Yang Sakit

Selasa, Juni 25, 2019 0



Wakapolres Cirebon Kompol Ricardo Condrat Yusuf berikan motivasi bagi anggota Polres Cirebon yang tengah sakit, agar lekas kembali sehat


SUMBER (Cirebon Bribin) - Polres Cirebon dalam rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke - 73, lakukan anjangsana kepada anggotanya yang tengah sakit, Selasa (25/6/2019).

Kegiatan ini dipimpin Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto S.I.K M.Si yang diwakili Wakapolres Cirebon Kompol Ricardo Condrat Yusuf S.H.,S.I.K.,M.H didampingi PJU Polres Cirebon dan diikuti oleh anggota jajaran Polres Cirebon, serta ibu bhayangkari Polres Cirebon.

Ricardo mengatakan, kegiatan anjangsana atau kunjungan hari ini dilakukan kepada lima anggota keluarga besar Polres Cirebon yang tengah sakit dan tidak dapat bertugas.

"Diantaranya adalah Aiptu Heriyanto, Aiptu Sularjana, Aiptu Jaya Edi Sulistya, KOMPOL Supriyadi B Astika S.H., dan Akp Endang Rochyadi," katanya.

Adapun tujuan kegiatan ini, Ricardo menjelaskan taklain adalah untuk mempererat dan memperkuat tali silaturahmi sesama keluarga besar Polres Cirebon, dan memberikan motivasi kepada anggotanya agar tetap semangat untuk sembuh.

"Dengan motivasi ini, diharapkan akan dapat membantu kesembuhan anggota dari sakit yang dideritanya, sehingga dapat bertugas kembali," pungkasnya.(CB-003)

Read More

Senin, 24 Juni 2019

Kemarau, Harga Sejumlah Sayuran Meroket

Senin, Juni 24, 2019 0



Aktifitas jual beli di Pasar Pagi, Kota Cirebon


KEJAKSAN (Cirebon Bribin) – Harga sejumlah sayuran di pasar tradisional di Cirebon mengalami kenaikan, pedagang mengatakan, kenaikan harga ini dipengaruhi kekeringan akibat kemarau.


Ilah, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Pagi, Kota Cirebon mengatakan, kekeringan juga membuat kualitas sayuran menurun dan harganya menjadi mahal.


"Alasannya kekeringan yang menyebabkan harga sayuran mengalami kenaikan beberapa hari terakhir ini," katanya, Senin (24/6/2019).


Ilah menuturkan, sayuran yang mengalami kenaikan cukup tinggi dirasakan pada kacang panjang yang kini harganya mencapai Rp 20 ribu/kg.


"Padahal sebelumnya hanya berkisar antara Rp 7ribu/kg hingga Rp 8 ribu/kg," tuturnya.


Ditambahkan Ilah, kenaikan juga terjadi pada labu siam yang semula dikisaran Rp 4 ribu hingga 5 ribu kini sudah naik menjadi Rp 10 ribu/kg, juga kentang yang naik menjadi Rp 14 ribu/kg dari sebelumnya hanya Rp 10 ribu/kg.


"Selain sayuran, harga cabai merah juga merangkak naik  menjadi Rp 35 ribu/kg, lalu sekarang naik lagi menjadi Rp 45 ribu/kg," tutupnya.(CB-003)

Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot