Cirebon Bribin

Space Iklan

ads

Hot

Post Top Ad

LightBlog

Post Top Ad

Your Ad Spot

Senin, 18 Februari 2019

Akibat Ngomong Kades Tak Dukung Jokowi Itu Laknat, Bupati Kuningan Dihujat

18.32.00 0
Bupati Kuningan Acep Purnama saat memberikan sambutan di acara Tim Akar Rumput


KUNINGAN (Cirebon Bribin) – Bupati Kuningan Jawa Barat Acep Purnama menerima banyak hujatan akibat video yang berisi kalimat kontroversinya beredar luas di media sosial. Pada video yang banyak beredar, Acep mengatakan bagi kepala desa (Kades) yang tak mendukung Calon Presiden Jokowi itu laknat.

Ketika memberikan sambutan dalam acara Tim Akar Rumput salah satu kelompok pendukung Jokowi, orang nomor satu di Kabupaten Kuningan itu menyatakan bahwa Presiden Jokowi nyawer ke desa-desa sehingga desa bisa dibangun, kepala desa bisa terangkat harkat, derajat, dan martabatnya karena berhasil memimpin desa.

Maka sampaikan kepada kepala desa dan perangkat desa, kalau ada yang tidak mendukung Jokowi, itu berarti laknat, kata Acep Sabtu (16/02/2019) dalam video yang banyak beredar dan viral di internet.

BUPATI ACEP MINTA MAAF

Selang sehari setelah video pernyataan kontroversinya beredar luas di internet, Bupati Kuningan, Acep Purnama langsung menggelar jumpa pers bersama awak media dan menyampaikan permohonan maaf jika pernyataan tersebut akibat khilaf dan tidak bermaksud menyinggung pihak lain.
“Awalnya berniat mengucapkan kata jika Kades tak pilih Jokowi maka sungguh terlalu, tapi entah ada bisikan apa malah seperti itu,” tegas Acep sambil memperlihatkan surat terbuka permohonan maaf. 

Acep mengaku dalam memberikan sambutan dirinya berniat memberikan motivasi kepada Tim Akar Rumput dalam berkampanye untuk memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. "Entah siapa yang menyebarluaskan video itu," ujarnya. (CB-001).

Simak:
VIDEO: Kontroversi Pernyataan Bupati Kuningan
Read More

Sehari Jelang Cap Go Meh, Dewa - Dewi Mulai Berdatangan Ke Kota Cirebon

15.23.00 0

 LEMAHWUNGKUK, (CIREBONBRIBIN.COM)- Kirab budaya Cap Go Meh sebagai penutup perayaan Tahun Baru Imlek rencananya akan dilaksanakan besok, Selasa (19/2/2019) siang.

Sehari menjelang pelaksanaan Kirab Budaya Cap Go  Meh, di Vihara Dewi Welas Asih yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan Kirab Budaya ini. Mulai menunjukan kesibukannya.

"Menjelang kirab, banyak persiapan yang dilakukan pengurus. Antara lain menghias joli (tandu) yang akan membawa patung-patung dewa dan dewi," kata Ahong, pengurus bagian ritual Wihara Dewi Welas Asih, Senin (18/2/2019).

Ahong juga mengatakan, hari ini ada diadakan prosesi Ciap Sin atau menerima kedatangan dewa dan dewi di Vihara Dewi Welas Asih.

"Dewa dan dewi ini dibawa dari Vihara dan klenteng lain dari Wilayah Cirebon, seperti dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu," tuturnya.

Selanjutnya, setelah di terima oleh pengurus, dewa dan dewi tersebut akan diletakkan di atas altar yang terpisah dari altar dewa dan dewi tuan rumah (Wihara Dewi Welas Asih).

"Besok, baru dewa dan dewi akan di tempatkan dalam Joli untuk kemudian dibawa dalam kirab budaya," pungkasnya.(CB-003)

Read More

Satlinmas Kota Cirebon Diharapkan Punya Peran Strategis Sukseskan Pemilu 2019

15.14.00 0

Bimtek Satlinmas se-Kota Cirebon untuk Pemilu

KESAMBI (Cirebon Bribin) – Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Kota Cirebon, Jawa Barat diharapkan punya peran strategis untuk mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Hal itu dikatakan Agus Mulyadi selaku Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek).
Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan menerjunkan sebanyak 1.958 personil Linmas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan sebanyak 280 personil untuk pengamanan Wilayah. Tugas Linmas di TPS yaitu melakukan pengamanan skala mikro selama proses pemilihan dan penghitungan suara.
“Linmas juga bisa mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilu, selain bertugas mengamankan prosesnya,” kata Agus, Senin (18/02/2019).
Agus mengungkapkan hal yang perlu diantisipasi oleh Satlinmas yang bertugas di TPS adalah mengawasi proses pemilihan dan penghitungan suara agar kejadian Pemilihan Suara Ulang (PSU) tidak kembali terulang seperti yang terjadi pada Pemilihan Wali Kota Cirebon yang digelar beberapa waktu lalu.
“Personil Satlinmas bisa menegur petugas KPPS jika ada prosedur yang terlewat, akan tetapi tegurannya tetap sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya. (CB-001).

Read More

Technology

Post Top Ad

Your Ad Spot