CIREBON BRIBIN

CIREBON BRIBIN

Post Top Ad

LightBlog

Post Top Ad

Your Ad Spot

HEADLINE

Selasa, 01 Desember 2020

Pemkab Cirebon Launching Batik Mande Praja Caruban

Selasa, Desember 01, 2020 0

Tidak hanya pegawai dilingkungan Pemkab Cirebon, batik Mande Praja Caruban akan digunakan hingga ke tingkat pemerintah desa, menggantikan batik merah yang sudah ada.

SUMBER (CIREBON BRIBIN) – Pemkab Cirebon resmi memperkenalkan batik baru yang akan digunakan oleh seluruh pegawai dilingkungan Pemkab Cirebon hingga ke pemerintah desa.

Batik tersebut diberi nama Batik Mande Praja Caruban tersebut dilaunching pada Senin 30 November .

Tidak hanya pegawai dilingkungan Pemkab Cirebon, batik Mande Praja Caruban akan digunakan hingga ke tingkat pemerintah desa, menggantikan batik merah yang sudah ada.

Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg mengatakan, desain batik Mande Praja Caruban ini dihasilkan dari lomba atau sayembara design batik yang sudah diselenggarakan pada 2019 lalu yang hak ciptanya menjadi milik Pemkab Cirebon.

"Warna dasar dari batik ini didapatkan dari perpaduan putih dan coklat dengan motif dominan mega mendung, padasan dan lain-lain yang dipadukan sedemikian rupa sehingga menjadi batik khas dengan ciri Cirebon yang sangat terlihat," katanya Selasa (1/12).

Imron menuturkan, pihaknya sudah menerbitkan Peraturan Bupati terkait batik tersebut yang nantinya akan digunakan untuk menggantikan batik merah yang sudah ada.

“Sudah ada perbupnya, Ini hasil sayembara yang kemudian pemenangnya diberikan hadiah sementara hak dan motif batiknya digunakan oleh Pemda,”ujarnya.

Ditambahkan Imron, pihaknya sudah menerbitkan Perbup Nomor 47 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan Bupati nomor 40 tahun 2019 tentang pakian dinas kepala daerah, wakil kepala daerah dan pegawai negeri sipil dilingkungan pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Untuk pembuatan batik ini Pemkab Cirebon memberdayakan 287 pengrajin batik yang terdiri dari 11 desa dan dalam 3 Kecamatan yakni Kecamatan Plered, Tengah Tani dan Ciwaringin. Selain jaminan kualitas, pemesanan batik pada pengrajin langsung ini untuk mempercepat proses pemulihan perekonomian ditengah kondisi pandemi,”imbuhnya.

Sementara itu, Kadisbudparpora Kabupaten Cirebon Drs H Hartono MSi mengatakan banyak filosofi yang terkandung dalam batik mande praja caruban yang dilaunching oleh Bupati Cirebon tersebut.

Dijelaskannya, motif utama dari batik tersebut yakni Mande (Bale/Tajug) yang berarti suatu bangunan tempat berkumpul untuk berembuk, berbincang, musyawarah mengerjakan ilmu atau komunikasi lainnya, dimana pada jaman dahulu Mbah Kuwu memerintahkan kepada seluruh ki gede/kuwu untuk membangun mande yang fungsi utamanya adalah untuk syiar Islam.

Arti selanjutnya yakni Praja dimana pegawai pemerintah orang-orang yang beraktifitas di lingkungan pemerintah, Praja juga bermakna struktur pemerintah dengan seluruh komponen pendukungnya.

Sementara caruban artinya Cirebon yang menunjuk pada daerah Kabupaten Cirebon dengan segala keanekaragaman penduduknya, kekayaan alamnya serta aneka potensi budayanya, mengunakan bahasa aslinya nama daerah Cirebon dimasa lalu, Caruban, yang berarti campuran untuk lebih memberikan kesadaran akan daerah yang multi kultur, terbuka dan toleran dengan segala potensi yang dimilikinya.

“Pakain batik ini akan digunakan pada minggu genap setiap hari Kamis. Akan dimulai pada Desember ini penggunaannya,”ungkapnya.

Untuk tahap pertama sambung Hartono pihaknya sudah memesan sebanyak 5000 potong kain batik ke pengrajin melalui Dinas UMKM yang memesan langsung ke pengrajin.

“Rencana launching ini sudah mundur tiga kali. Alhamdulillah baru bisa terealisasi saat ini,”pungkasnya.(CB-003)
Read More

Transformasi Digital Bawa Telkomsel Raih Predikat Terbaik di 2020 Cloudera Data Impact Awards

Selasa, Desember 01, 2020 0

Cloudera Data Impact Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Cloudera, penyedia software asal Amerika Serikat yang menyediakan platform untuk data engineering, data warehousing, data analytics, dan machine learning. Foto : Telkomsel

JAKARTA (CIREBON BRIBIN) - Telkomsel terpilih menjadi pemenang pada 2020 Cloudera Data Impact Awards, ajang penghargaan internasional yang mengapresiasi upaya 1.400 perusahaan di seluruh dunia dalam menciptakan inovasi berbasis data. Panel juri menobatkan Telkomsel sebagai yang terbaik untuk kategori Industry Transformation.

Pengumuman pemenang dilakukan dalam acara penganugerahan yang diselenggarakan secara virtual pada 19 November 2020.

Direktur IT Telkomsel Bharat Alva mengatakan, pihaknya bersyukur bisa mendapat penghargaan di 2020 Cloudera Data Impact Awards.

"Penghargaan tersebut memberikan semangat lebih bagi Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu mentransformasi industri telekomunikasi di Indonesia, mulai dari penyediaan layanan digital yang lebih luas hingga memaksimalkan peran teknologi yang memberikan efisiensi lebih di dalam operasional perusahaan,” katanya, Selasa (1/12).

Cloudera Data Impact Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Cloudera, penyedia software asal Amerika Serikat yang menyediakan platform untuk data engineering, data warehousing, data analytics, dan machine learning. Dari ribuan perusahaan terpilih 29 finalis perusahaan dari berbagai negara yang terbagi ke dalam tujuh kategori. Penentuan pemenang di setiap kategori dilakukan berdasarkan penilaian oleh panel berisi 37 juri yang berasal dari 451 firma riset global dan media teknologi internasional.

Di 2020 Cloudera Data Impact Awards, Telkomsel mendapat penghargaan pada kategori Industry Transformation. Kategori ini diperuntukkan bagi perusahaan yang mampu menggerakkan bisnisnya ke level yang lebih tinggi dan menciptakan perubahan nyata di dalam industri melalui teknologi terkini, kemampuan digital baru, serta automasi proses operasional.

"Dalam hal ini, Telkomsel dinilai mampu menjalankan transformasi digital secara menyeluruh melalui platform digital terintegrasi. Yang membuat Telkomsel dapat mengambil keputusan berbasis data untuk mengembangkan pengalaman digital pelanggan dan mengidentifikasi model bisnis baru yang berkelanjutan," jelas Alva.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, Telkomsel telah menjalankan transformasi digital secara menyeluruh dan berkelanjutan, baik dari segi internal maupun eksternal perusahaan. Secara internal, transformasi digital menyentuh seluruh aspek dalam perusahaan, mulai dari sumber daya manusia, kultur kerja, hingga organisasi. Hal tersebut dijalankan dengan pembekalan hingga 30 kapabilitas digital bagi insan Telkomsel, implementasi tujuh kultur digital yang menjadi bagian besar dari budaya perusahaan (open mind, creativity, experimental, agility, networking, innovation, dan anticipatory), serta digitalisasi operasional melalui aplikasi terintegrasi untuk menuntaskan pekerjaan administratif secara digital.

Transformasi secara internal mampu membuat Telkomsel bertransformasi secara eksternal melalui penyediaan solusi digital yang inovatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan. Beberapa solusi tersebut adalah by.U (layanan prabayar digital pertama di Indonesia yang lahir berkat implementasi corporate startup) dan Telkomsel Orbit (solusi internet rumah serba digital berbasis 4G LTE yang dirancang oleh tim khusus).

"Secara keseluruhan, layanan digital Telkomsel terus berkembang dan menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari Digital Lifestyle, Mobile Financial Services, Digital Advertising, Digital Mobile Banking, hingga Internet of Things (IoT)," ungkap Alva.

Dia menambahkan, Telkomsel mengucapkan terima kasih kepada Cloudera atas apresiasi yang diberikan Telkomsel. Ke depan, Telkomsel akan terus bergerak maju mengakselerasikan transformasi digital perusahaan secara internal dan eksternal.

"Dengan begitu, kami bisa terus menginspirasi industri telekomunikasi di Indonesia untuk semakin beralih ke bisnis digital demi memberikan manfaat lebih bagi masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang dari waktu ke waktu,” pungkasnya.(CB-003)
Read More

Masyarakat Menyayangkan Istri Sunjaya Ditetapkan Jadi Calon Wakil Bupati Cirebon

Selasa, Desember 01, 2020 0
Syamsul Hidayat, warga Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon meminta kepada DPP PDI Perjuangan untuk mencabut rekomendasi kepada Wahyu Tjiptaningsih sebagai calon bupati Cirebon.

KEJAKSAN (CIREBON BRIBIN) - Syamsul Hidayat, seorang masyarakat Cirebon asal Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon menyayangkan diusungnya Wahyu Tjiptaningsih atau yang akrab disapa Ayu, istri mantan Bupati Cirebon yang juga sudah ditetapkan sebagai terpidana tindak pidana korupsi, Sunjaya Purwadisastra, sebagai calon wakil bupati Cirebon.

Dia mengaku sangat khawatir jika Kabupaten Cirebon kembali mengalami keterpurukan setelah 5 tahun sebelumnya sudah terpuruk di bawah kepemimpinan Sunjaya. 

“Atas nama masyarakat Kabupaten Cirebon kami menyayangkan semua pihak, baik partai maupun anggota DPRD yang telah mengusung Ayu,” ungkap Syamsul, Selasa (1/12) di Cirebon.

Menurut Syamsul, sangat mengherankan ada fenomena istri seorang koruptor bisa ditetapkan sebagai calon wakil bupati.

"Menurut logika, lanjut Syamsul, tidak mungkin Ayu sebagai istri dari Sunjaya tidak mengetahuinya apa yang dilakukan suaminya," ungkapnya.

Dia menambahkan di sejumlah media sosial juga ramai dikabarkan adanya iming-iming tertentu dari Ayu kepada sejumlah pengurus anak cabang (PAC) yang mendukungnya. 

“Konon akan memberikan mobil. Itu kabar yang ramai di media sosial. Ini sudah jadi rahasia umum,” ungkap Syamsul.

Sekalipun belum tentu merupakan kabar yang benar, jika itu sampai terjadi secara otomatis Ayu akan berupaya untuk mengembalikan apa yang sudah diberikannya. Sehingga ia pun akan melakukan hal yang sama dengan suaminya. 

Untuk itu, Syamsul meminta kepada DPP PDI Perjuangan untuk mencabut rekomendasi kepada Wahyu Tjiptaningsih sebagai calon bupati Cirebon.

“Masih banyak kader PDI Perjuangan yang baik dibandingkan bu Ayu,” ungkap Syamsul.

Bahkan Syamsul juga meragukan keaslian dari rekomendasi yang diberikan oleh DPP PDI Perjuangan. Jika tetap memaksakan, maka Syamsul mengaku akan melakukan aksi protes.

“Kami, masyarakat akan terus berupaya untuk mengganjal. Kami juga akan minta bantuan LSM dan teman-teman pergerakan untuk menghentikan hal ini,” ungkap Syamsul. 

Syamsul juga mengaku dirinya tidak memiliki tendensi apa-apa atas pernyataannya. Apa yang dilakukannya sebagai bentuk keprihatinan terhadap nasib pembangunan di Kabupaten Cirebon. Terlebih penolakan terhadap pencalonan Ayu Tjiptaningsih juga ramai dibicarakan di media sosial.(CB-003)
Read More

Kapolda Apresiasi Program Asuransi Nelayan Ditpolairud Polda Jabar

Selasa, Desember 01, 2020 0

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri di dampingi Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko.

KEJAKSAN (CIREBON BRIBIN) - Program asuransi nelayan yang menjadi program unggulan dari Ditpolairud Polda Jabar mendapatkan apresiasi dari Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Kapolda mengungkapkan, apalagi program tersebut hanya ada di wilayah Jawa Barat.

"Surprise, program asuransi nelayan ini luar biasa," ungkapnya usai mengikuti rangkaian kegiatan Peringatan HUT Polairud ke 70 di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Selasa (1/12).

Dia mengatakan, Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko beserta jajarannya berarti telah mampu menyelami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat pesisir pantai.

Seperti yang kita tahu, lanjutnya, kehidupan masyarakat pesisir pantai banyak sekali mereka yang kekurangan.

"Oleh karena itu inovasi dari Ditpolairud Polda Jabar bersama mitranya untuk membantu masyarakat nelayan ini baik sekali," katanya.

Mengingat manfaat kebaikan dari program ini, Kapolda berharap agar bisa terus di kembangkan.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko menjelaskan, program asuransi nelayan yang digagas Ditpolairud Polda Jabar ini telah memberikan polis asuransi kepada lebih dari 29 ribu nelayan di Jawa Barat.

Program yang digulirkan sejak tahun 2011 ini merupkan bagian dari kerjasama antara Ditpolairud Polda Jabar besama para mitra, baik perseorangan, atau stakeholder yang ada hubungannya dengan nelayan.

"Kita coba menggugah hatinya untuk ikut membantu, memberikan polis asuransi bagi nelayan," jelasnya.

Latar belakang digagasnya program ini menurut Handoko di landasi dari kepedulian terhadap kondisi nelayan yang mana dalam pekerjaannya memiliki resiko tinggi.

Asuransi nelayan ini juga dikatakan Handoko bukan hanya melindungi mereka bila terjadi kecelakaan dilaut saja, namun juga di darat, atau bahkan bila sakit.

"Kami fasilitasi semua pengurusannya bekerjasama dengan PT Jasa Raharja Putera dan nelayan tidak perlu mengeluarkan biaya apapun, bahkan sampai saat penerimaan klaim," tutupnya.(CB-003)
Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot